Suasana hari pertama Tahun Baru 2026 di kawasan wisata Pantai Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terasa berbeda, Kamis (1/1/2026).
Jika biasanya bibir pantai sesak hingga tak ada celah, kali ini kondisinya terpantau cukup kondusif. Wisatawan tetap ramai berdatangan, namun tidak sampai menimbulkan kepadatan yang parah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pantauan infoJabar di lokasi Pantai Karang Hawu cuaca tampak mendung menggelayut di atas Teluk Palabuhanratu. Meski demikian, aktivitas wisatawan di bibir pantai tetap menggeliat. Pengunjung tampak asyik bermain air dan duduk santai di undakan pantai.
Kondisi arus lalu lintas menuju lokasi wisata juga menjadi sorotan. Tidak ada kemacetan ‘horor’ yang mengular panjang di jalur Cikidang maupun Bagbagan. Kendaraan wisatawan memang padat, namun roda tetap berputar lancar.
Hendi (40), wisatawan asal Jakarta, mengaku kaget sekaligus lega dengan kondisi lalu lintas tahun ini. Ia yang biasanya harus menempuh perjalanan berjam-jam karena macet, kali ini bisa tiba di lokasi dengan waktu yang relatif normal.
“Biasanya kalau ke sini tanggal 1 itu mentalnya harus siap tua di jalan. Tapi tadi alhamdulillah lancar, padat tapi jalan terus. Nggak ada tuh cerita berhenti total berjam-jam kayak tahun sebelumnya,” kata Hendi kepada infocom.
Hendi juga menyoroti kenyamanan di area pantai yang dinilainya lebih manusiawi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Di pantai juga asik, ramai tapi nggak sumpek. Masih bisa gelar tikar dengan lega, anak-anak lari-larian juga aman. Kalau tahun lalu boro-boro, mau jalan saja susah saking penuhnya orang,” imbuhnya.
Suasana yang tidak terlalu ‘riuh’ ini disinyalir juga dipengaruhi oleh suasana keprihatinan pasca-bencana alam dan imbauan pemerintah setempat.
Pesta kembang api yang biasanya membisingkan langit Palabuhanratu juga tidak terdengar semarak tahun lalu.
Rina (35), wisatawan asal Bandung, merasakan perbedaan atmosfer liburan kali ini. Menurutnya, keramaian di Palabuhanratu saat ini berada di porsi yang pas.
“Sengaja datang dari Bandung cari pantai, ternyata suasananya pas. Nggak sepi banget kayak kuburan, tapi nggak chaos juga. Jadi lebih bisa menikmati liburannya, nggak pusing dengar suara bising di mana-mana,” ujar Rina.
Ia menilai, kondisi ini mungkin terjadi karena kesadaran masyarakat yang turut berempati terhadap bencana yang terjadi di beberapa daerah, sehingga perayaan tahun baru dilakukan lebih sederhana.
“Mungkin karena banyak bencana juga ya, jadi orang-orang lebih menahan diri, nggak pesta gila-gilaan. Kita juga ke sini niatnya healing santai, sekalian mendoakan yang kena musibah biar cepat pulih,” pungkasnya.
Hingga siang ini, petugas gabungan Satpol-PP relawan, tim SAR, TNI-Polri terlihat bersiaga di sejumlah titik strategis dan pinggir pantai untuk memastikan keamanan wisatawan, meski lonjakan pengunjung tidak se-ekstrem prediksi awal.
