Jumlah korban meninggal dunia akibat longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus bertambah. Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR gabungan telah mengirimkan 16 kantong jenazah ke Pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar.
Rinciannya, sebanyak 10 kantong jenazah diterima Pos DVI pada Sabtu (24/1), sementara enam kantong lainnya tiba sepanjang Minggu (25/1) pagi hingga siang.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan jumlah korban longsor yang berhasil teridentifikasi kini terus bertambah.
“Dari 16 kantong jenazah tersebut, sebanyak 7 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 9 lainnya masih dalam proses identifikasi,” kata Hendra dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Hendra menegaskan proses identifikasi melibatkan tenaga medis dan forensik serta dukungan teknologi mutakhir guna menjamin keakuratan dan aspek kemanusiaan dalam penanganan korban.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga korban agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan bermartabat,” ujarnya.
Selain fokus pada identifikasi, Hendra menambahkan bahwa Polri juga mendirikan pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan layak untuk mendukung pemulihan kondisi mereka pascabencana,” pungkasnya.
Adapun identitas tujuh korban yang telah berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut:
Suryana, laki-laki, 57 tahun
2. Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun
3. Nining, perempuan, 40 tahun
4. Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun
5. Nurhayati, perempuan, 42 tahun
6. M. Kori, laki-laki, 30 tahun
7. Lina Lismayanti, perempuan, 43 tahun
