Hari kedua operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), petugas berjibaku menyisir titik yang disapu lumpur.
Beruntung di hari kedua pencarian, Minggu (25/1/2026), cuaca lebih bersahabat. Matahari bersinar sejak pagi, meskipun mendung sesekali menggelayut di langit Gunung Burangrang namun hujan tak sampai turun.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka didampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BNPB Letjen TNI Suhartanto, mengecek lokasi longsor.
Menko PMK, Pratikno mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait rencana evakuasi sesuai arahan Wapres Gibran. Beberapa skema hingga klaster penanganan sudah dibentuk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun infoJabar, pada Minggu (25/1/2026) pagi, 11 orang ditemukan tak bernyawa, 23 orang selamat, dan 79 masih dalam pencarian.
“Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam, non-stop. Mengingat masih terdapat sekitar cukup banyak warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno saat ditemui, Minggu (25/1/2026).
Penanganan dibagi menjadi beberapa klaster. Di antaranya klaster SAR dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB. Saat ini lebih dari 250 personel terlatih dikerahkan, dilengkapi berbagai alat berat. Proses evakuasi korban dilakukan menuju rumah sakit terdekat.
Lalu asa Klaster Kesehatan. Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga. Kemudian layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak.
Kemudian Klaster Logistik. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Logistik yang disiapkan meliputi sembako, makanan siap saji, serta fasilitas pendukung seperti selimut dan perlengkapan lainnya.
Kemudian Klaster Perlindungan Sosial. Klaster ini didukung oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat yang siaga membantu korban dan keluarga terdampak.
Dan terakhir Klaster Infrastruktur. Yakni upaya penyiapan infrastruktur dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana susulan, sekaligus menyediakan fasilitas pendukung bagi keluarga terdampak.
“Kemudian tadi arahan dari Pak Wapres juga terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan guna menghindari risiko bencana susulan,” ujar Pratikno.
