Apes dialami Andri Herdiansyah (34) dan kawannya, Diki Wibowo (35) usai babak belur dihajar massa. Keduanya terjatuh ditabrak motor korban yang tasnya mereka rampas di jalan.
Dua pemuda itu tertangkap di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi setelah menjambret tas milik korbannya pada Minggu (18/1/2025) sekitar pukul 23.45 WIB. Pelarian mereka gagal karena kegigihan korban, FR (22).
Aksi penangkapan terhadap dua jambret itu viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, kedua pelaku sama sekali tak berkutik menerima amarah warga yang melayangkan bogem mentah hingga lemparan benda-benda ke tubuh mereka.
Sementara di tepi jalan, warga berusaha menenangkan korban yang juga mengalami luka. Korban terlihat masih syok atas kejadian yang dialaminya malam itu.
“Betul kami amankan 2 orang pelaku pencurian dengan kekerasan atau jambret di Cimahi,” kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Peristiwa itu berawal saat korban sedang melaju dengan sepeda motornya di Jalan Amir Machmud, dari Bandung arah Cimahi. Ia ternyata diikuti 2 pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Saat tiba di depan SPBU Pasantren, tas korban kemudian dirampas pelaku.
“Korban kemudian mengejar kedua pelaku yang kabur ke arah yang sama. Korban kemudian menabrakkan sepeda motornya ke arah sepeda motor pelaku, sehingga keduanya terjatuh,” kata Gofur.
Warga yang ada di sekitar lokasi kecelakaan itu, kemudian menolong korban dan pelaku. Korban lalu meminta tolong pada warga bahwa 2 pria itu merupakan pelaku jambret.
“Di situ kemudian warga mengamankan pelaku. Betul untuk pelaku sempat diamuk oleh massa yang geram dengan aksi mereka. Anggota yang menerima laporan, kemudian datang untuk mengamankan pelaku,” kata Gofur.
Korban mengalami beberapa luka di bagian kaki dan wajahnya, kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat. Sementara kedua pelaku dibawa ke Mapolres Cimahi untuk diperiksa.
“Betul korban luka-luka karena terjatuh, tapi langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan, kami dalami kemungkinan adanya TKP lain,” kata Gofur.
