Menikmati Tutut Dadakan Kaya Rempah di Tepian Waduk Darma Kuningan

Posted on

Tutut menjadi salah satu kuliner khas di Desa Wisata Jagara, Kuningan. Berbeda dengan daerah lain, tutut di sekitar Waduk Darma ini diambil langsung dari waduk dan diolah dengan bumbu spesial yang menggugah selera.

Nono (40) adalah salah satu pedagang yang mengais rezeki di sana. Sejak Desa Jagara bersolek menjadi desa wisata, ia beralih profesi dari tukang sayur menjadi penjual tutut di tepi Waduk Darma. Menurutnya, tutut yang ia jajakan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tempat lain.

Sambil mengaduk masakan, Nono menjelaskan bahwa jika biasanya tutut hanya direbus, ia justru memasaknya secara dadakan. Ia menggunakan bumbu kuning dari campuran rempah-rempah seperti salam, serai, dan bawang bombay.

Sebelum disajikan, Nono memasukkan tutut segar ke dalam wajan, lalu mengguyurnya dengan bumbu kuning, gula merah, saus tiram, dan sambal sesuai selera. Ia memasaknya hingga aroma sedap menyeruak. Pengunjung juga bisa menambah isian berupa potongan jagung dan telur ayam.

Setelah matang, tutut disajikan dalam mangkuk untuk dinikmati di tepian waduk. Pengunjung cukup menggunakan tusuk gigi untuk mencongkel daging tutut dari cangkangnya.

Tekstur tutut ini kenyal dengan rasa gurih rempah yang kuat. Suasana tepi Waduk Darma yang sejuk dan berkabut kian menambah kenikmatan menyantap kuliner merakyat ini.

Seporsi tutut dadakan ini dibanderol Rp10.000. Dalam sehari, Nono mampu menjual hingga 40 kilogram tutut dengan pendapatan yang cukup menggiurkan.

“Sudah hampir tiga tahun saya jualan, sejak daerah sini ramai. Kalau hari libur bisa habis 40 kilogram, tapi hari biasa sekitar 10 sampai 30 kilogram. Omzetnya kalau lagi ramai bisa tembus Rp700 ribu lebih,” ungkap Nono.

Samudra (22), salah satu pengunjung, tampak lahap menyantap tutut sambil menikmati panorama Waduk Darma. Menurutnya, tutut di sini memiliki cita rasa sedap, tekstur kenyal, dan tidak berbau amis.

“Pertama kali coba tutut di sini, rasanya memang beda. Sedap karena rempah-rempahnya terasa, serainya juga banyak. Apalagi makannya langsung di depan Waduk Darma,” kata Samudra.

Senada dengan Samudra, Mustafa (23) menilai tutut Waduk Darma sangat lezat. Baginya, kuliner ini menjadi menu wajib saat berkunjung ke Waduk Darma Kuningan.

Penasaran dengan kelezatan tutut dadakan Pak Nono? Anda bisa langsung meluncur ke tepi Waduk Darma, Desa Wisata Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.