Dzikir dan Doa Tahajud Pembuka Rezeki serta Ketenangan Hati

Posted on

Bangun di tengah malam bukan perkara mudah. Namun bagi sebagian orang, waktu sunyi itu justru menjadi momen paling jujur untuk berbicara dengan Tuhan. Di saat dunia terdiam, sholat tahajud, dzikir, dan doa sering kali menjadi ruang untuk menata ulang hati yang penat, sekaligus memohon jalan keluar atas persoalan hidup, termasuk soal rezeki.

Tak sedikit yang merasakan, kebiasaan bangun malam perlahan membawa perubahan. Bukan hanya dalam urusan materi, tetapi juga ketenangan batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Berikut Dzikir dan Doa setelah sholat Tahajud.

Sholat tahajud memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, ibadah malam ini disebut sebagai amalan yang dapat mengangkat derajat seorang hamba ke tempat yang terpuji. Rasulullah SAW pun dikenal sangat menjaga sholat tahajud, bahkan ketika kondisi tubuh sedang lelah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Kerjakanlah sholat malam, karena sholat malam itu kebiasaan orang-orang yang saleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, juga sebagai penebus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari

Keutamaan tahajud tidak hanya dirasakan dalam urusan akhirat. Banyak orang yang istiqomah melaksanakannya merasakan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

Tahajud melatih kesabaran, keikhlasan, dan ketundukan. Nilai-nilai inilah yang kerap menjadi pintu datangnya keberkahan hidup.

Sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, hingga menjelang terbit fajar atau masuk waktu Subuh. Mengacu pada buku Doa dan Dzikir Lengkap Sunnah karya Kustiana Mara, tahajud tidak dibatasi pada jam tertentu, selama masih berada dalam rentang waktu malam.

Meski begitu, waktu malam memiliki tingkat keutamaan yang berbeda. Secara umum, malam terbagi menjadi tiga bagian:

Banyak umat Muslim memilih waktu terakhir ini karena suasananya lebih tenang dan diyakini sebagai saat mustajab untuk bermunajat.

Dzikir dan doa biasanya dibaca setelah salam sholat tahajud. Ada pula yang melanjutkannya dengan sholat witir terlebih dahulu, kemudian berdoa. Keduanya dibolehkan dan sama-sama dianjurkan.

Waktu yang paling utama adalah menjelang subuh, ketika malam hampir berakhir. Pada saat ini, dzikir dan doa dapat dibaca:

Yang terpenting bukan lamanya bacaan, melainkan kekhusyukan dan kehadiran hati.

Agar dzikir setelah sholat tahajud lebih tertata dan khusyuk, berikut urutan yang umum diamalkan. Bisa dibaca 100 kali:

Membaca istighfar untuk memohon ampun atas dosa yang disadari maupun tidak.

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal ‘adhiimi wa-atuubu ilaihi

Artinya: “Kami memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan kami juga bertobat kepada-Nya.”

Adapun bacaan istighfar yang lebih lengkap seperti yang dibaca Rasulullah SAW, seperti berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta robbi, laa ilaha illa Anta khalaqtani wa ana abduka, wa ana ala ahdika wawa’dika mastatho’tu, audzubika min syarri ma shona’tu, abu’u laka bini’matika alayya wa abu’u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudz-dzunuuba illa Anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.”

Sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa’alaa Aali Sayyidinaa Muhammadin.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Setelah berdzikir, inilah waktu terbaik untuk berdoa. Doa tahajud tidak harus panjang dan rumit, yang penting lahir dari hati yang tulus.

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Bacaan latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Agar dzikir dan doa tahajud benar-benar berdampak dalam kehidupan, perhatikan beberapa hal berikut:

Dzikir dan doa setelah sholat tahajud bukan sekadar rutinitas ibadah malam. Ia menjadi sarana untuk menenangkan hati, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan menumbuhkan harapan di tengah berbagai persoalan hidup.

Ketika dijalani dengan ikhlas dan istiqomah, tahajud kerap menghadirkan perubahan. Bukan selalu dalam bentuk rezeki yang besar, tetapi ketenangan hati yang membuat hidup terasa lebih ringan dijalani.

Keutamaan Sholat Tahajud dalam Islam

Pembagian Waktu Malam dalam Sholat Tahajud

Kapan Dzikir dan Doa Dibaca Setelah Tahajud?

Urutan Dzikir Setelah Sholat Tahajud

Istighfar

Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Doa Tahajud Pembuka Rezeki dan Ketenangan Hati

Tips Agar Dzikir dan Doa Tahajud Lebih Mustajab