Persib Bandung menutup paruh musim Super League 2025/2026 dengan kepala tegak. Maung Bandung tak hanya bertakhta di puncak klasemen dengan raihan 38 poin, tetapi juga menyandang status sebagai tim dengan pertahanan paling rapat sepanjang putaran pertama.
Dari 17 laga yang dimainkan, Persib hanya kebobolan 11 gol. Di balik capaian impresif tersebut, ada satu fondasi utama yang membuat Persib sulit ditaklukkan, lini belakang yang kokoh dengan Teja Paku Alam sebagai benteng terakhir yang nyaris tak tergoyahkan.
Di bawah mistar gawang, Teja tampil tenang dan berwibawa. Penjaga gawang berusia 31 tahun itu menjadi sosok sentral dalam menjaga stabilitas permainan Persib, terutama saat tim berada di bawah tekanan pada momen-momen krusial.
Sepanjang putaran pertama, Teja mencatatkan 15 penampilan dengan statistik memukau, hanya 8 kali kebobolan dan 9 kali mencetak clean sheet. Angka ini menjadi cerminan bahwa Persib tak hanya solid secara kolektif, tetapi juga memiliki penjaga gawang yang mampu menjadi pembeda di lapangan.
Ketangguhan Teja pun merambah hingga kompetisi Asia. Di fase grup AFC Champions League Two (ACL 2), ia kembali menunjukkan kelasnya. Dari 6 penampilan, Teja hanya kemasukan 6 gol dan sukses membukukan 3 nirbobol.
Secara total di kompetisi domestik, Teja mengoleksi 36 penyelamatan-angka yang menegaskan perannya sebagai tembok terakhir Maung Bandung. Aksi heroiknya paling menonjol terjadi saat Persib melakoni laga klasik melawan Persija Jakarta.
Dalam laga sarat tensi di Stadion GBLA, Minggu (11/1) lalu, Teja melakukan tiga penyelamatan krusial yang menjaga kesucian gawang Persib sekaligus mengunci kemenangan untuk mengamankan takhta juara paruh musim.
Namun, kokohnya pertahanan Persib tentu bukan hasil kerja individu semata. Koordinasi lini belakang, disiplin para bek, hingga militansi lini tengah dalam memutus alur serangan lawan menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Meski berkontribusi besar membawa Persib menjadi juara paruh musim dengan rekor kebobolan paling minim, Teja tak cepat puas. Ia menyebut masih banyak hal yang mesti dibenahi pada putaran kedua nanti.
“Alhamdulillah, hasil ini patut kita syukuri. Namun, kita harus berbenah lagi untuk menghadapi putaran kedua,” ucap Teja, Selasa (13/1/2026).
