Bayangkan tinggal di sebuah kota yang dinding-dinding bangunannya bertabur berlian. Bukan berlian besar bernilai tinggi, melainkan berlian mikroskopis yang hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Kota itu benar-benar ada dan bernama Nördlingen, terletak di wilayah Bavaria, Jerman.
Melansir infoProperti, Nördlingen dikenal sebagai satu-satunya kota di dunia yang hampir seluruh bangunannya mengandung berlian. Salah satu contohnya adalah Gereja St. Georgs, bangunan ikonik di pusat kota tersebut.
“Gereja kami, St. Georgs, terbuat dari batu suevit dan mengandung sekitar 5.000 karat berlian. Namun ukurannya sangat kecil. Berlian terbesar hanya berdiameter sekitar 0,3 milimeter sehingga tidak memiliki nilai ekonomi, melainkan nilai ilmiah. Berlian itu hanya bisa diamati menggunakan mikroskop,” ujar ahli geologi sekaligus Wakil Direktur Museum Kawah Ries di Nördlingen, Gisela Pösges.
Keberadaan berlian dalam jumlah besar di kota ini bermula dari peristiwa luar biasa yang terjadi jutaan tahun lalu. Berdasarkan laporan BBC pada 2017, sekitar 15 juta tahun silam sebuah asteroid berdiameter sekitar satu kilometer menghantam Bumi dengan kecepatan sekitar 25 kilometer per info.
Hantaman tersebut menciptakan kawah raksasa selebar 26 kilometer yang kini dikenal sebagai Kawah Ries, lokasi berdirinya Kota Nördlingen. Tekanan dan panas ekstrem akibat tumbukan itu mengubah karbon menjadi berlian-berlian kecil berdiameter kurang dari 0,2 milimeter, nyaris tak kasatmata.
Pembangunan permukiman di kawasan ini diperkirakan dimulai pada abad ke-9 sebelum Masehi. Saat itu, para penduduk sama sekali tidak menyadari bahwa batuan yang mereka gunakan untuk membangun rumah, gereja, dan tembok kota mengandung jutaan berlian mikroskopis.
Batuan tersebut dikenal sebagai suevit, material yang terbentuk akibat tumbukan asteroid. Tanpa mengetahui kandungannya, batu itu digunakan secara luas sebagai bahan bangunan, menjadikan Nördlingen sebagai kota yang benar-benar unik di dunia.
Pemahaman ilmiah tentang asal-usul kota ini baru terungkap pada 1960-an, ketika dua geolog asal Amerika Serikat, Eugene Shoemaker dan Edward Chao, mengunjungi Nördlingen. Mereka menemukan bahwa struktur kawah di wilayah tersebut tidak sesuai dengan karakteristik kawah gunung berapi.
Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa formasi tanah Nördlingen terbentuk dari benturan dari luar angkasa, bukan aktivitas vulkanik dari dalam Bumi. Untuk membuktikan teorinya, para peneliti bahkan hanya perlu memeriksa dinding Gereja St. Georgs, tempat gugusan berlian mikroskopis itu tertanam.
“Buku-buku pelajaran dulu mengajarkan bahwa bentuk tanah seperti ini berasal dari gunung berapi. Ketika diketahui bahwa penyebabnya adalah asteroid, semua buku itu harus direvisi,” ujar warga Nördlingen, Roswitha Feil, dikutip dari BBC.
Tak lama setelah penemuan tersebut, para ahli geologi setempat memperkirakan bahwa bangunan dan tembok Kota Nördlingen mengandung sekitar 72.000 ton berlian. Meski batu suevit juga ditemukan di beberapa lokasi lain di dunia akibat tumbukan asteroid serupa, tidak ada tempat dengan konsentrasi berlian setinggi Nördlingen.
“Ada beberapa wilayah di dunia yang menggunakan material hasil tumbukan asteroid sebagai bahan bangunan, tetapi tidak sebanyak ini. Di Nördlingen, material tersebut digunakan untuk membangun hampir seluruh kota,” ujar geolog Museum RiesKrater, Dr. Stefan Hölzl.
Jejak peristiwa kosmik itu tidak hanya terlihat pada bangunan kota. Di sekitar Nördlingen, hutan pinus tumbuh subur berkat tanah yang kaya material asteroid. Di sejumlah titik juga ditemukan bekas tambang batu suevit yang pernah digali oleh warga setempat.
Hingga kini, Nördlingen tetap berdiri sebagai saksi bisu tabrakan kosmik jutaan tahun lalu-sebuah kota kecil yang diam-diam menyimpan berlian di setiap sudut dindingnya.
Artikel ini sudah tayang di infoProperti
