Antibiotik merupakan obat untuk mengobati infeksi bakteri, sebab dapat menghambat pertumbuhan dan melawan bakteri. Selain dari obat, antibiotik juga dapat ditemukan dalam beberapa bahan alami tertentu.
Antibiotik alami berasal dari tumbuhan, rempah-rempah, atau bahan makanan alami lainnya yang dapat membantu menjaga kesehatan dan melawan penyakit. Antibiotik alami bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung proses penyembuhan.
Selain itu, bahan alami mudah untuk didapatkan dan ramah bagi tubuh jika digunakan dengan bijak. Berikut 8 makanan yang merupakan antibiotik alami.
Madu, bahan alami yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga ini memiliki rasa manis yang khas dan lezat ketika dikonsumsi. Selain rasanya yang lezat, madu juga dikenal dengan manfaatnya yang banyak untuk kesehatan.
Madu berperan sebagai antibiotik alami, karena mengandung hidrogen peroksida dan memiliki sifat antibakteri. Mengutip dari Healthline, madu memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri tertentu. Selain itu, pH rendah yang dimiliki madu dapat menarik kelembapan dari bakteri, sehingga bakteri mati karena dehidrasi.
Untuk mendapatkan khasiat dari madu, produk ini bisa dikonsumsi ataupun dioleskan pada kulit yang mengalami luka. Beberapa manfaat yang ditawarkan madu adalah dapat membantu menyembuhkan luka, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan batuk, menjaga sistem pencernaan, hingga baik untuk kulit.
Jahe, rempah-rempah yang sering digunakan dalam pembuatan makanan ini dapat digunakan sebagai obat tradisional, karena memberikan banyak khasiat untuk kesehatan. Rasanya yang pedas dan hangat juga dapat membuat tubuh merasa nyaman ketika dikonsumsi.
Jahe juga merupakan antibiotik alami. Rempah-rempah ini memiliki sifat anti inflamasi, antioksidan, hingga antimikroba, sehingga dapat menghambat beberapa bakteri dengan efektif.
Berdasarkan penelitian oleh Ahmed, N., et al. (2022) yang diterbitkan pada jurnal Infection and Drug Resistance, dengan judul “The Antimicrobial Efficacy Against Selective Oral Microbes, Antioxidant Activity and Preliminary Phytochemical Screening of Zingiber officinale”, jahe dapat menekan pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, Enterococcus faecalis, kelompok bakteri Staphylococcus, serta Lactobacillus.
Kunyit biasa digunakan sebagai bumbu ataupun pewarna kuning alami pada makanan. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat tradisional, karena mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti kurkumin yang memiliki sifat antibakteri dan anti inflamasi.
Mengonsumsi kunyit dapat membantu untuk melindungi tubuh dari bakteri dan infeksi, meredakan peradangan, hingga meningkatkan kekebalan tubuh.
Kunyit dapat ditambahkan pada makanan maupun dibuat menjadi minuman, seperti air rebusan kunyit ataupun jahe dari kunyit.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Bawang putih yang sering digunakan dalam pembuatan makanan pun merupakan salah satu antibiotik alami yang baik untuk tubuh. Bahan ini memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri dan mencegah infeksi jamur.
Bawang putih dapat membantu untuk mengatasi sakit gigi, pilek, flu, hingga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Untuk mengonsumsinya, bawang putih dapat ditambahkan pada makanan. Selain menambah rasa, bawang putih juga memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh.
Cengkeh merupakan kuncup bunga kering dari pohon cengkeh. Bahan alami ini biasanya digunakan sebagai bumbu makanan dan obat tradisional yang dapat mengatasi beberapa masalah kesehatan.
Cengkeh mengandung eugenol yang bekerja sebagai antiseptik alami dan dapat melawan bakteri. Cengkeh dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit pada gigi dan gusi, hingga mengurangi peradangan pada gigi.
Mengutip dari Times of India, selain untuk mengobati sakit gigi, cengkeh juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan pencernaan, menghilangkan bakteri dari sistem pencernaan, mengatasi sakit tenggorokan, hingga masalah pernapasan.
Oregano merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bumbu makanan. Tanaman ini memberikan rasa gurih yang tajam dan kuat pada makanan yang dibumbui. Selain menambahkan rasa pada makanan, oregano juga menjadi antibiotik alami, karena mengandung karvakrol.
Oregano dapat membantu mengatasi bakteri penyebab gigi berlubang, mengurangi peradangan, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi masalah pencernaan, hingga infeksi jamur.
Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat yang memiliki sifat antivirus dan antimikroba. Minyak kelapa dapat membantu mengatasi infeksi kulit, masalah kesehatan usus, melawan bakteri, virus, dan jamur, hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Minyak kelapa dapat dikonsumsi secara langsung ataupun ditambahkan pada makanan.
Sama seperti bahan-bahan alami yang telah disebutkan sebelumnya, kayu manis juga sering digunakan sebagai bumbu makanan untuk menambahkan rasa dan aroma yang nikmat pada makanan. Kayu manis memiliki sifat antibakteri dan antijamur, sehingga dapat melawan beberapa bakteri.
Kayu manis dapat membantu mengatasi infeksi jamur, mengurangi peradangan, meningkatkan kekebalan tubuh, mengelola gula darah, hingga mengatasi pilek dan flu.
Antibiotik alami dapat menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan yang berasal dari bahan-bahan alam, seperti bawang putih, madu, jahe, kunyit, dan cengkeh. Bahan-bahan tersebut memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meningkatkan daya tahan tubuh.
