Gangguan pernapasan yang menyebabkan bersin-bersin, hidung tersumbat, dan gatal sering kali dianggap sebagai gejala flu. Padahal, di balik gejala itu ada dua kondisi medis lain yang bisa saja muncul: sinusitis dan rhinitis.
Sebagian orang mungkin belum mengetahui adanya kondisi medis tersebut dan sering kali mengira sinusitis dan rhinitis merupakan kondisi yang sama. Kesalahan dalam mengenali gejala keduanya dapat berisiko menyebabkan gejala berulang dalam jangka panjang.
Penting untuk mengetahui apa itu sinusitis dan rhinitis serta cara tepat menanganinya.
Sinusitis merupakan kondisi ketika rongga sinus, yang merupakan ruang berisi udara di sekitar hidung dan mata, mengalami peradangan dan membengkak. Kondisi ini sering kali ditandai dengan nyeri atau rasa tertekan pada dahi, pipi, atau sekitar mata, hidung tersumbat, pilek, hingga sakit kepala.
Pada umumnya, sinusitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang biasanya berasal dari gigi atau gusi. Sinusitis juga dapat dipicu faktor lain, seperti riwayat asma, kelainan bentuk hidung, dan kebiasaan merokok.
Rhinitis adalah kondisi selaput lendir pada hidung mengalami peradangan yang menyebabkan gejala seperti pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal, dan produksi lendir berlebih. Rhinitis biasanya terjadi akibat alergi atau infeksi virus dan bakteri.
1. Rhinitis alergi
Rhinitis alergi biasanya muncul sebagai bentuk reaksi terhadap zat pemicu (alergen), seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan.
2. Rhinitis non-alergi
Perbedaan utama antara rhinitis alergi dan non-alergi terletak pada jenis pemicunya. Rhinitis non-alergi ini tidak dipicu oleh zat alergen, melainkan muncul karena perubahan cuaca ekstrem, udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, asap rokok, polusi, dan aroma yang menyengat.
Sinusitis
• Peradangan terjadi di rongga sinus yang berada di sekitar hidung dan wajah.
• Disebabkan oleh infeksi atau sumbatan lendir yang menghambat aliran sinus.
• Nyeri wajah menjadi keluhan yang umum dan khas, terutama di dahi dan pipi.
• Bersin relatif jarang terjadi dibandingkan rhinitis.
• Lendir cenderung kental dan dapat berwarna kekuningan atau kehijauan.
Rhinitis
• Peradangan terjadi pada lapisan dalam hidung (mukosa hidung).
• Umumnya dipicu oleh alergi atau paparan iritan seperti debu, asap, dan polusi.
• Jarang menimbulkan nyeri pada area wajah.
• Gejala bersin muncul sangat sering, terutama pada pagi hari.
• Lendir yang keluar biasanya encer dan bening.
Sinusitis
1. Rajin membersihkan hidung dengan larutan saline.
2. Menggunakan antibiotik, obat pereda nyeri, atau dekongestan sesuai dengan anjuran dan resep medis.
Rhinitis
1. Hindari pemicu alergi.
2. Menjaga kebersihan lingkungan, terutama di dalam rumah.
3. Gunakan antihistamin atau semprotan hidung sesuai dengan anjuran medis.
Pemeriksaan medis diperlukan agar diagnosis pasti mengenai gejala yang dialami dapat diperoleh, sehingga penanganan yang sesuai dapat diberikan. Pemeriksaan medis diperlukan ketika:
• Gejala berlangsung lebih dari satu minggu.
• Gejala yang muncul secara persisten dan berulang.
• Nyeri pada wajah dan sakit kepala yang semakin berat.
• Tubuh mengalami demam tinggi.
