TNI Pastikan Tak Terlibat dalam Rencana Penyerangan Brimob Cikeas

Posted on

Klarifikasi tegas disampaikan TNI terkait beredarnya video pengakuan seorang tersangka yang menyebut adanya perintah dari anak anggota TNI dalam rencana penyerangan Markas Satlat Brimob Cikeas. Kasi Intel Korem 061/SK Bogor, Kolonel Inf Syafrinaldi, menegaskan informasi itu tidak benar dan murni rekayasa.

“Video yang beredar dengan pernyataan saudara M, seolah ada perintah dari TNI untuk menyerang Brimob di Cikeas, sama sekali tidak benar. Tidak ada keterlibatan TNI dalam peristiwa itu. Poin utama yang ingin kami sampaikan adalah TNI tidak terlibat,” ujar Syafrinaldi dalam keterangan pers di Mapolres Bogor, Minggu (31/8/2025) malam.

Ia menambahkan, kehadiran intel Korem bersama aparat kepolisian dan pemerintah daerah bertujuan memastikan situasi tetap terkendali usai penangkapan 17 orang terduga pelaku provokasi.

Syafrinaldi menegaskan, TNI dan Polri di wilayah Bogor tetap solid serta tidak mudah diadu domba.

“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya berita-berita hoaks yang sengaja disebarkan untuk memprovokasi dan memecah belah. Jangan terprovokasi isu-isu yang tidak terbukti kebenarannya. TNI-Polri bersama pemerintah daerah berkomitmen menjaga keamanan dan kondusivitas di Bogor,” kata Syafrinaldi.

Di tempat sama, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan, dari jumlah 17 orang yang ditangkap tersebut, empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan peran berbeda, sementara 13 lainnya masih diperiksa intensif.

Wikha menjelaskan, pola penyebaran provokasi yang ditangkap aparat berasal dari berbagai kelompok kecil. Mereka berkoordinasi melalui media sosial dan grup percakapan, menyebarkan pamflet serta ajakan menyerang.

“Dari pemeriksaan sementara, kelompok ini tidak tunggal. Ada yang ditangkap berempat, bertiga, atau berdua. Mereka tergabung dalam grup yang bisa berisi ratusan orang dengan konten provokasi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa penyidikan mendapat dukungan penuh dari Bareskrim Polri. “Sejak pagi tadi, tim dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim sudah bergabung melakukan pemeriksaan mendalam bersama Polres Bogor,” ucapnya.