Memasuki hari keempat pascabencana longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), petugas terus berupaya mengidentifikasi jenazah korban yang ditemukan.
Berdasarkan data hingga Selasa (27/1/2026), tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah mengidentifikasi 30 jenazah dari total kantong yang dikirimkan tim SAR gabungan.
“Kami berhasil mengidentifikasi 30 jenazah, dan seluruhnya telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Pol Iwansyah saat ditemui, Selasa (27/1/2026).
Iwansyah menyebut secara keseluruhan pihaknya menerima 40 kantong jenazah. Saat ini, masih tersisa 10 jenazah yang tengah dalam proses identifikasi oleh tim ahli.
Tim DVI menerapkan berbagai metode identifikasi, mulai dari pencocokan sidik jari, pemeriksaan ciri fisik, hingga pemeriksaan barang-barang yang melekat pada tubuh korban.
“Terkait proses ini, kami juga telah mengambil sampel DNA yang kini tengah diproses di laboratorium DNA Polda Jabar,” tutur Iwansyah.
Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta segera melapor ke posko DVI guna mempercepat proses pencocokan data antemortem dan postmortem.
Keluarga juga diminta melengkapi informasi pendukung seperti ciri fisik khusus, tanda lahir, kondisi gigi, hingga kebiasaan korban untuk mempermudah kerja petugas di lapangan.
“Tanda tubuh yang khas, penggunaan perhiasan tertentu seperti cincin, hingga pakaian terakhir yang dikenakan korban akan sangat membantu proses identifikasi,” pungkas Iwansyah.
Tim DVI menerapkan berbagai metode identifikasi, mulai dari pencocokan sidik jari, pemeriksaan ciri fisik, hingga pemeriksaan barang-barang yang melekat pada tubuh korban.
“Terkait proses ini, kami juga telah mengambil sampel DNA yang kini tengah diproses di laboratorium DNA Polda Jabar,” tutur Iwansyah.
Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta segera melapor ke posko DVI guna mempercepat proses pencocokan data antemortem dan postmortem.
Keluarga juga diminta melengkapi informasi pendukung seperti ciri fisik khusus, tanda lahir, kondisi gigi, hingga kebiasaan korban untuk mempermudah kerja petugas di lapangan.
“Tanda tubuh yang khas, penggunaan perhiasan tertentu seperti cincin, hingga pakaian terakhir yang dikenakan korban akan sangat membantu proses identifikasi,” pungkas Iwansyah.
