Alasan Ilmiah Mengapa Minum Air Putih Penting di Pagi Hari

Posted on

Saat tidur, tubuh secara alami mengalami kondisi seperti ‘berpuasa’ karena tidak menerima asupan cairan selama beberapa jam. Padahal, proses biologis tetap berlangsung. Tubuh terus kehilangan cairan melalui napas dan keringat, meski dalam keadaan istirahat. Akibatnya, banyak orang terbangun dengan kondisi sedikit dehidrasi.

Kekurangan cairan ini dapat memicu rasa lemas, menurunkan konsentrasi, serta membuat fungsi kognitif bekerja lebih lambat. Karena itu, minum air putih setelah bangun tidur menjadi langkah penting untuk membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh. Lantas, apa kata sains tentang manfaat minum air putih di pagi hari? Berikut penjelasannya, dikutip dari Times of India.

Selama malam hari, tubuh tetap mengeluarkan cairan lewat keringat dan napas. Kondisi ini membuat tubuh bangun dalam keadaan lebih ‘kering’ dari biasanya. Dampaknya, rasa kantuk bisa bertahan lebih lama, fokus menurun, dan aktivitas fisik terasa lebih berat.

Penelitian Jéquier & Constant (2010) menunjukkan bahwa kekurangan cairan berkaitan dengan gangguan konsentrasi, daya ingat, serta rasa tidak nyaman. Minum air putih setelah bangun tidur membantu memulihkan hidrasi dan membuat tubuh terasa lebih segar untuk memulai hari.

Minum air putih saat perut masih kosong di pagi hari dapat memicu peningkatan metabolisme. Efek ini dikenal sebagai thermogenesis, yaitu proses pembakaran energi saat tubuh mencerna dan menyerap air.

Metode ini mampu meningkatkan pemanfaatan energi sekitar 30 persen selama kurang lebih 40 menit. Penelitian Boschmann dkk. (2003) menemukan bahwa konsumsi 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme sekitar 30 persen selama 30 hingga 40 menit setelahnya. Kebiasaan ini membantu tubuh menjadi lebih ‘aktif’ sejak pagi.

Air berperan penting dalam sistem pencernaan karena membantu menggerakkan makanan dan limbah melalui usus. Selain itu, air mendukung kinerja ginjal dalam membuang racun yang menumpuk selama tidur.

Studi Popkin dkk. (2010) menyebutkan bahwa asupan air yang cukup membantu makanan mengalir lebih lancar di usus, sehingga mendukung pencernaan dan buang air besar yang teratur. Kecukupan cairan juga menjaga fungsi ginjal agar tetap optimal dalam membuang polutan dari tubuh.

Menjaga suasana hati dan fungsi otak

Dehidrasi ringan dapat berdampak langsung pada kemampuan berpikir. Saat cairan tubuh berkurang, seseorang cenderung merasa lebih cepat lelah, sulit fokus, mudah terdistraksi, dan mengalami penurunan suasana hati.

Penelitian Ganio dkk. (2011) menemukan bahwa dehidrasi ringan dapat memperburuk suasana hati serta kinerja kognitif. Oleh sebab itu, minum air putih segera setelah bangun tidur membantu proses rehidrasi dan mendukung fungsi otak agar siap beraktivitas.

Kurang cairan kerap menjadi pemicu sakit kepala dan kelelahan. Minum air putih di pagi hari membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah munculnya keluhan tersebut.

Studi Benton (2011) menyebutkan bahwa sakit kepala dan kelelahan memiliki hubungan langsung dengan kurangnya asupan air. Dengan memulai hari melalui rehidrasi, tubuh menjadi lebih siap beraktivitas dan tingkat energi terasa lebih stabil.

Artikel ini telah tayang di .

Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang saat tidur

Membantu mempercepat metabolisme tubuh

Mendukung detoksifikasi dan kesehatan pencernaan

Mencegah sakit kepala dan rasa lelah berlebihan