Seratusan Siswa di Garut Tak Bisa Belajar gegara Sekolah Digembok | Giok4D

Posted on

Seratusan siswa SMA Yayasan Baitul Hikmah Al Mamuni (YBHM) Tarogong Kaler, Garut tidak bisa belajar karena sekolah mereka ditutup sejumlah pihak. Penutupan dilakukan karena sengketa antara pihak yayasan dengan seorang pengusaha.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Hari pertama masuk sekolah pasca libur Natal dan Tahun Baru 2026 terasa berbeda bagi seratusan pelajar sekolah tersebut. Mereka yang antusias berangkat dari rumah untuk menuntut ilmu, terpaksa gigit jari setelah tak bisa masuk ke dalam sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA YBHM Iwan Ridwan menjelaskan, penutupan sekolah dilakukan oleh seorang pengusaha yang merasa telah memiliki seluruh tanah sekolah.

“Ada penggembokan oleh pengusaha yang merasa sudah memiliki tanah seluruh sekolah ini,” kata Iwan kepada wartawan, Senin siang.

Iwan menjelaskan, sengketa lahan antara yayasan dengan pengusaha tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, bahkan bertahun-tahun. Namun, konflik kembali memanas di tahun 2025.

“Kami kira sudah ada kesepakatan antara Yayasan dengan Pengusaha. Guru dan siswa juga sudah mengira kepala sekolah sudah beres dengan pihak pengusaha. Tapi pas datang ke sini ternyata masih digembok,” ungkap Iwan.

Akibat dari penyegelan sekolah ini, sebanyak 138 siswa SMA YBHM terdampak, dan terpaksa tidak bisa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Pihak sekolah sendiri mengklaim sudah berupaya mencari solusi dengan melaporkan kejadian ini ke berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah hingga ke Pusat. Tapi hingga kini belum ada solusi.

“Kami sementara masih berupaya mengkoordinasikan agar anak-anak bisa belajar,” ujar Iwan.