RSHS Bandung telah menangani 10 pasien yang terindikasi terjangkit influenza A H3N2 subclade K atau yang populer disebut ‘super flu’. Satu pasien diantaranya meninggal dunia.
Terkait pasien yang meninggal dunia, pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah pasien itu meninggal karena super flu atau bukan. Pasien diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid yang cukup berat.
“Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif. Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang terus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain,” kata Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS, dr Yovita Hartantri, dikutip dari infoJabar, Jumat (9/1/2025).
“Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” sambungnya.
Mengapa infeksi super flu bisa berakibat fatal bagi pasien dengan komorbid? Dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) menjelaskan infeksi super flu atau influenza dapat mengakibatkan peradangan yang menyebabkan kambuhnya komorbid.
Infeksi dapat memicu kekambuhan kondisi komorbid yang kondisi sebelumnya mungkin sudah stabil.
“Influenza memang bisa berakibat fatal pada orang yang punya komorbid. Hal ini terjadi karena rusaknya pertahanan tubuh akibat virus influenza itu dan terjadi inflamasi. Nah, inflamasi ini yang menyebabkan kambuhnya komorbid,” ujar dr Erlang yang tidak terlibat dalam penanganan pasien, ketika dihubungi infocom, Jumat (9/1/2026).
Selain orang dengan komorbid, kelompok rentan lain yang harus diperhatikan adalah anak-anak dan lansia. Anak-anak menjadi kelompok rentan karena sistem imun yang belum sempurna.
Sementara itu, sistem imun lansia juga menurun seiring pertambahan usia, terlebih biasanya juga memiliki komorbid.
“Langkah pencegahan jangan sampai tertular, seperti gunakan masker, hindari kerumunan bila sakit, tinggal di rumah. Banyak konsumsi buah dan sayur, serta vaksinasi influenza, walaupun ini strain baru, tapi vaksinasi influenza mencegah penyakit tidak sampai berat bila tertular,” tandasnya.
Artikel ini telah tayang di
