Suasana menjelang laga big match Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion GBLA pada Minggu (11/1/2026) sedikit ternoda. Aksi vandalisme bernada provokatif muncul di fasilitas umum Kota Bandung, tepatnya di dinding Flyover Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati).
Berikut fakta-fakta lengkap terkait aksi tersebut yang dirangkum infoJabar:
Aksi vandalisme ini menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat sekelompok orang bermasker dan berpakaian serba hitam melakukan aksi coret-coret dengan cepat pada malam hari sebelum melarikan diri.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (9/1/2026) siang, sisa cat semprot berwarna oranye tersebut masih terlihat, namun kini telah ditimpa dengan cat hitam untuk menutupi tulisan provokatif itu.
Pelaku meninggalkan jejak vandalisme menggunakan cat pilox berwarna oranye bertuliskan “PJFC!”. Tak hanya coretan di dinding, oknum tersebut juga sempat memasang kain hitam di Flyover Pasupati dengan tulisan bahasa Inggris yang kasar.
Kain tersebut bertuliskan: “PERSIJA FANS WUZ HERE IN YOUR FUCKING TOWN.”
Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menyayangkan aksi yang merusak estetika kota ini. Pihaknya menegaskan akan memburu pelaku dengan memanfaatkan teknologi pengawas.
“Ini jelas melanggar ketertiban umum. Kalau pelakunya teridentifikasi, pasti akan kami tindak tegas,” tegas Bambang saat dihubungi.
“Kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo untuk menelusuri pelaku melalui rekaman CCTV. Karena kejadiannya malam hari dan pelaku bergerak cepat, memang ada tantangan tersendiri, namun akan kami upayakan,” lanjutnya.
Selain penindakan, Pemkot Bandung melalui Satpol PP mengajak seluruh suporter untuk menjaga fasilitas umum yang merupakan milik bersama, bukan justru mengotorinya.
“Mari kita sebagai suporter, baik dari Bandung maupun luar kota, menjaga keamanan dan ketertiban bersama karena penyelenggaraannya di Bandung. Yuk, kita jaga kota kita,” pungkas Bambang.
Menanggapi panasnya situasi akibat vandalisme ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan meminta pendukung Persib (Bobotoh) untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi, terutama di dunia maya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Jaga kondusivitas di medsos, dilarang melakukan provokasi atau ujaran kebencian yang memicu konflik antar suporter,” kata Hendra.
“Jangan mudah terpancing provokasi. Persaingan di puncak klasemen sedang sangat ketat. Tindakan anarkis hanya akan merugikan peluang juara,” tambahnya.
Polda Jabar juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi balasan atau sweeping yang mungkin dilakukan oknum suporter di jalanan, terminal, maupun stasiun.
“Patroli Polsek dan Patroli Samapta ditugaskan memantau situasi kamtibmas di wilayahnya, khususnya jika terjadi tindakan sweeping oleh Bobotoh terhadap yang diduga Jakmania atau kendaraan berpelat B,” ujar Hendra.
“Pihaknya akan melakukan mitigasi, pencegahan, dan pengamanan apabila kondisinya semakin rawan,” pungkasnya.
