Saat Satwa Liar Muncul di Tengah Permukiman Indramayu update oleh Giok4D

Posted on

Sepanjang 2025, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu beberapa kali dibuat resah oleh kemunculan hewan di lingkungan permukiman. Peristiwa itu terjadi berulang, dari pagi hingga dini hari, dan kerap menimbulkan kepanikan.

Hewan-hewan tersebut muncul di lokasi yang tak terduga. Ada yang terlihat di atap rumah, gang sempit, hingga menyelinap ke dalam rumah warga saat kondisi masih gelap.

Tak hanya satu jenis hewan yang dilaporkan. Monyet peliharaan yang lepas dari kandang, ular berukuran besar, hingga ular berbisa tercatat muncul di tengah permukiman.

Dalam beberapa kejadian, warga sempat mencoba mengamankan sendiri sebelum akhirnya meminta bantuan kepada petugas. Rangkaian kejadian itulah yang menjadi bagian dari catatan peristiwa di Kabupaten Indramayu sepanjang tahun 2025.

Seiring laporan masuk dari warga, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Indramayu kerap turun ke lapangan untuk menangani persoalan nonkebakaran, termasuk evakuasi hewan.

Salah satu peristiwa yang tercatat terjadi di Desa Pekandangan Jaya. Seekor monyet peliharaan milik warga lepas dari kandang setelah mengamuk dan membuat pemiliknya panik.

Pemilik hewan, Panji Irawan, khawatir monyet tersebut dapat membahayakan masyarakat sekitar dan langsung melapor ke Damkar.

Danru 2 Damkar Indramayu, Retno Hendriyanto, mengatakan monyet tersebut diduga sedang dalam masa berahi. Kondisi itu membuat hewan menjadi agresif hingga akhirnya berhasil keluar dari kandang.

“Itu monyet peliharaan. Katanya sih sedang berahi terus ngamuk-ngamuk. Akhirnya dia keluar dari kandangnya,” kata Hendriyanto, Kamis (18/9/2025).

Menurut Hendriyanto, laporan dari pemilik langsung ditindaklanjuti karena ada potensi gangguan terhadap warga.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Karena lagi ngamuk-ngamuk gitu kan takutnya monyetnya mengganggu warga, akhirnya manggil Damkar,” ujarnya.

Saat petugas tiba, monyet tersebut berada di atas atap bangunan. Proses evakuasi dilakukan dengan menunggu waktu yang tepat hingga hewan turun. Petugas menggunakan jaring untuk mengamankan monyet tersebut.

“Kita pakai jaring. Sebenarnya itu jaring ikan yang kita fungsikan untuk menangkap hewan seperti monyet, musang, biawak,” ucap Hendriyanto.

Evakuasi berlangsung tanpa kendala berarti. Monyet berhasil diamankan setelah turun dari atap. “Karena bukan monyet liar, jadi nggak begitu susah. Kita evakuasi saat monyetnya turun,” kata dia.

Peristiwa menegangkan lainnya terjadi di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang. Saat hari masih gelap, seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar empat meter muncul di gang permukiman warga dan hampir masuk ke salah satu rumah.

Danru 3 Pos Unit Jatibarang Damkar Kabupaten Indramayu, Yogie Arief, mengatakan ular itu pertama kali terlihat oleh seorang pedagang buah mangga.

“Ketika sedang menaruh keranjang, ia kaget melihat ular besar melintas di gang dan hampir masuk ke salah satu rumah,” ujar Yogie, Sabtu (22/11/2025).

Beberapa warga sempat berusaha menangkap ular tersebut, namun gagal. Ular kemudian bersembunyi di balik tumpukan batu.

Laporan masuk ke Damkar sekitar pukul 00.10 WIB dan petugas langsung menuju lokasi. Menurut Yogie, proses evakuasi tidak mudah karena posisi ular yang sulit dijangkau.

“Kami juga dibantu warga, karena waktu itu hanya terlihat ekornya saja, kepalanya bersembunyi di celah-celah batu,” jelasnya.

Setelah lebih dari satu jam upaya evakuasi, ular akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 01.35 WIB dan dibawa ke Mako Damkar Pos Unit Jatibarang. Yogie menduga ular tersebut berasal dari sungai yang berada tak jauh dari permukiman.

Ancaman satwa liar juga terjadi menjelang akhir tahun. Seekor ular kobra menyelinap ke rumah warga di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, saat pagi buta. Ular berbisa itu bersembunyi di balik lemari ruang tamu dan mengejutkan pemilik rumah.

Danru 2 Pos Damkar Patrol, Tofan Hadiansah, mengatakan keberadaan ular pertama kali diketahui oleh pemilik rumah bernama Nuryeni.

“Pemilik rumah melihat ada ular menyelinap di belakang lemari ruang tamu. Ular tersebut berjenis kobra,” kata Tofan, Minggu (14/12/2025).

Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 03.20 WIB. Dengan peralatan khusus, petugas menyisir ruang tamu secara perlahan dan penuh kehati-hatian.

“Kami menerima laporan dini hari tadi dan langsung menuju lokasi,” ujar Tofan.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Ular kobra akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan pada pukul 03.57 WIB. Tofan mengimbau warga agar tidak bertindak sendiri jika menemukan satwa liar berbahaya.

“Kami mengimbau kepada warga untuk segera melapor jika ada kejadian-kejadian seperti ini,” ucapnya.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi potret lain tugas Damkar Indramayu sepanjang 2025. Laporan yang masuk tidak selalu tentang kebakaran, tetapi juga persoalan hewan yang muncul di lingkungan warga.

Dalam setiap penanganan, petugas Damkar dituntut bergerak cepat dan berhati-hati. Risiko yang dihadapi bukan hanya kobaran api, tetapi juga ancaman gigitan, lilitan, hingga serangan satwa berbisa.

Monyet Peliharaan Ngamuk-Kabur dari Kandang

Ular Sanca 4 Meter Muncul Dini Hari di Permukiman

Kobra di Balik Lemari Rumah Warga

Peristiwa menegangkan lainnya terjadi di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang. Saat hari masih gelap, seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar empat meter muncul di gang permukiman warga dan hampir masuk ke salah satu rumah.

Danru 3 Pos Unit Jatibarang Damkar Kabupaten Indramayu, Yogie Arief, mengatakan ular itu pertama kali terlihat oleh seorang pedagang buah mangga.

“Ketika sedang menaruh keranjang, ia kaget melihat ular besar melintas di gang dan hampir masuk ke salah satu rumah,” ujar Yogie, Sabtu (22/11/2025).

Beberapa warga sempat berusaha menangkap ular tersebut, namun gagal. Ular kemudian bersembunyi di balik tumpukan batu.

Laporan masuk ke Damkar sekitar pukul 00.10 WIB dan petugas langsung menuju lokasi. Menurut Yogie, proses evakuasi tidak mudah karena posisi ular yang sulit dijangkau.

“Kami juga dibantu warga, karena waktu itu hanya terlihat ekornya saja, kepalanya bersembunyi di celah-celah batu,” jelasnya.

Setelah lebih dari satu jam upaya evakuasi, ular akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 01.35 WIB dan dibawa ke Mako Damkar Pos Unit Jatibarang. Yogie menduga ular tersebut berasal dari sungai yang berada tak jauh dari permukiman.

Ancaman satwa liar juga terjadi menjelang akhir tahun. Seekor ular kobra menyelinap ke rumah warga di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, saat pagi buta. Ular berbisa itu bersembunyi di balik lemari ruang tamu dan mengejutkan pemilik rumah.

Danru 2 Pos Damkar Patrol, Tofan Hadiansah, mengatakan keberadaan ular pertama kali diketahui oleh pemilik rumah bernama Nuryeni.

“Pemilik rumah melihat ada ular menyelinap di belakang lemari ruang tamu. Ular tersebut berjenis kobra,” kata Tofan, Minggu (14/12/2025).

Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 03.20 WIB. Dengan peralatan khusus, petugas menyisir ruang tamu secara perlahan dan penuh kehati-hatian.

“Kami menerima laporan dini hari tadi dan langsung menuju lokasi,” ujar Tofan.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Ular kobra akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan pada pukul 03.57 WIB. Tofan mengimbau warga agar tidak bertindak sendiri jika menemukan satwa liar berbahaya.

“Kami mengimbau kepada warga untuk segera melapor jika ada kejadian-kejadian seperti ini,” ucapnya.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi potret lain tugas Damkar Indramayu sepanjang 2025. Laporan yang masuk tidak selalu tentang kebakaran, tetapi juga persoalan hewan yang muncul di lingkungan warga.

Dalam setiap penanganan, petugas Damkar dituntut bergerak cepat dan berhati-hati. Risiko yang dihadapi bukan hanya kobaran api, tetapi juga ancaman gigitan, lilitan, hingga serangan satwa berbisa.

Ular Sanca 4 Meter Muncul Dini Hari di Permukiman

Kobra di Balik Lemari Rumah Warga