Proses penyelidikan atas penemuan mayat pria dengan luka-luka di area perkebunan Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, masih terus dilakukan oleh Satreskrim Polres Subang. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, hingga berhasil mengungkap identitas korban.
Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kustiawan, memastikan korban merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan menepis kabar bahwa korban adalah warga negara asing (WNA).
“Setelah dilakukan penyelidikan lanjutan, alhamdulillah identitas korban sudah kami ketahui. Korban adalah warga negara Indonesia, berasal dari Kecamatan Mamajang, Provinsi Sulawesi Selatan, dan berdomisili di Klaten,” ujar Kompol Kustiawan kepada wartawan di Mapolsek Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Senin (5/1/2026).
Kustiawan menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun penyidik, korban diketahui berprofesi sebagai konsultan konstruksi yang bekerja di kawasan industri Surya Cipta, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.
“Berdasarkan data yang kami peroleh, korban bekerja sebagai konsultan konstruksi di kawasan Surya Cipta. Jadi kami tegaskan korban bukan warga negara asing,” katanya.
Terkait isu yang menyebut korban memiliki keturunan asing, Kustiawan menyatakan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. Namun, ia menegaskan status kewarganegaraan korban sudah jelas.
“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan apakah korban keturunan atau bukan. Yang jelas statusnya adalah WNI,” ucapnya.
Sementara itu, penyelidikan terhadap dugaan kasus pembunuhan tersebut masih terus berlanjut. Polisi belum mengungkap secara rinci perkembangan terbaru penyelidikan yang tengah berjalan.
“Untuk perkembangan kasus, kami dari Polsek bersama tim gabungan termasuk Unit Reserse dan Inafis terus melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat pria ditemukan warga pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di semak-semak perkebunan wilayah Munjul, RT 14 RW 06, Desa Wantilan. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka sayatan di bagian wajah yang diduga akibat senjata tajam.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Subang dan selanjutnya dibawa ke RS Indramayu untuk menjalani proses otopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
