Pesona Desa Wisata Kertayasa, Permata Tersembunyi di Pangandaran baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Mengenal Pangandaran, Jawa Barat, tak melulu soal keindahan pantai. Wisatawan kini punya beragam pilihan destinasi unggulan lain untuk dijajal, salah satunya Desa Wisata Kertayasa.

Desa Wisata Kertayasa di Kecamatan Cijulang menjadi salah satu daerah dengan potensi alam yang memanjakan mata. Desa ini menyimpan panorama ciamik, lokasinya pun tak jauh dari destinasi unggulan Pantai Batukaras.

Jarak dari Pantai Batukaras ke Desa Wisata Kertayasa hanya sekitar 5 km dan dapat ditempuh kendaraan roda dua maupun empat. Namun, akses kendaraan hanya sampai di titik tertentu. Wisatawan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 300 meter untuk mencapai titik destinasi.

Kepala Desa Kertayasa, Abdul Rohman, menyebut daerahnya kaya potensi alam, mulai dari sungai hingga gua. “Wisata kami yang ramai dikunjungi adalah body rafting di Green Canyon dan Goa Bau,” ujar Abdul kepada infoJabar, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, aktivitas body rafting dikelola langsung oleh BUMDes Kertayasa. “Sebab Green Canyon mencakup tiga desa, yaitu Desa Batukaras, Desa Kertayasa, dan Desa Cijulang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan Green Canyon merupakan bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran. “Untuk retribusi dikelola Pemda, sedangkan kami mengelola body rafting dan wahana di dalamnya,” kata dia.

Berkat kerja sama lintas pemangku kepentingan, desa yang dipimpinnya kian dikenal, bahkan masuk dalam jajaran desa wisata paling moncer di Pangandaran. Desa ini bahkan beberapa kali masuk dalam kategori desa wisata pilihan Kementerian Pariwisata.

Selain alam, Kertayasa memiliki kekayaan seni Tari Benjang Batok yang menjadi ciri khas daerah. Kekayaan budaya ini memperkuat citra Kertayasa sebagai desa wisata. Selain itu, desa ini dikenal dengan kerajinan bambu seperti seruling dan angklung, serta kerajinan tangan berbahan batok kelapa.

“Kertayasa memanfaatkan sumber daya alam dan manusia untuk melestarikan seni tradisional serta mengangkat UMKM, meski mayoritas warga di sini berprofesi sebagai petani dan peternak,” tutur Abdul.

Desa Kertayasa juga pernah mendapat bantuan program BRIlian dari BRI Peduli pada 2021. Bantuan tersebut diwujudkan melalui pembangunan kios desa dan kantor BUMDes. “Kios dibangun di dekat parkiran pelabuhan dua Green Canyon,” katanya.

Di sana, para pelaku UMKM sangat terbantu dengan kehadiran bangunan tersebut. “Alhamdulillah, sampai sekarang masih dimanfaatkan dengan baik,” ucap Abdul.

Prasarana lainnya seperti musala dan tanggul di Pelabuhan Kertayasa sebelum area Green Canyon juga dibangun melalui program tersebut dan kondisinya tetap terjaga.

Pendapatan desa dari sektor pariwisata yang dikelola BUMDes dinilai cukup signifikan. “Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata mencapai Rp50,1 juta per tahun,” ungkapnya. Ia berharap pendapatan desa dari sektor pariwisata terus meningkat pada tahun ini.



Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.