Warga Dusun III, Desa Kiarapedes, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, geger oleh penemuan mayat laki-laki di depan sebuah bekas kandang ayam. Saat ditemukan pada Sabtu (10/1/2026) malam, korban menderita luka parah akibat senjata tajam di bagian kepala dan wajah.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun mengatakan, pihaknya menerima laporan warga terkait adanya mayat yang tertutup terpal. Polisi segera menuju lokasi dan menemukan korban sudah tewas bersimbah darah.
“Awalnya warga mendengar teriakan minta tolong. Karena ini daerah pegunungan, warga mengecek bersama dan ternyata ditemukan mayat. Warga langsung lapor polisi. Hasil olah TKP sementara menunjukkan luka di wajah, kepala, pelipis, serta luka lebam dan luka senjata tajam. Diduga korban meninggal karena kehabisan darah,” ujar Uyun, Minggu (11/1/2026).
Polisi menemukan sekitar sepuluh titik di sekitar lokasi kejadian yang diduga berkaitan dengan aksi kekerasan tersebut. Namun, hingga kini motif dan jumlah pelaku masih dalam penyelidikan.
“Identitas terduga pelaku dan motif masih kami dalami. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap,” tegas Uyun.
Uyun memastikan korban bukan warga setempat, melainkan warga Kecamatan Cibatu, Purwakarta. Sementara itu, Agus, warga sekitar TKP, menyebutkan jasad korban ditemukan tergeletak tertutup terpal di depan bangunan bekas kandang ayam. Lokasi penemuan berada di ujung kampung dan cukup jauh dari permukiman warga.
Peristiwa ini terungkap saat warga mendengar keributan dan teriakan minta tolong ketika aliran listrik padam sekitar pukul 18.00 WIB. Warga kemudian melapor ke aparat setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.
“Waktu itu katanya ada ribut-ribut saat listrik mati. Terus ada kabar pembunuhan, langsung dilaporkan ke Linmas dan Polsek,” ujar Agus.
Agus menambahkan, sebagian besar warga tidak sempat melihat kondisi korban secara langsung karena polisi segera mengamankan lokasi. “Bukan warga sini. Lokasinya memang di pinggir, di ujung kampung, depan bekas kandang ayam,” katanya.
Pihak keluarga korban pun langsung mendatangi RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk memastikan identitas dan kondisinya. Pantauan infoJabar keluarga korban yang di dampingi kepala desanya menunggu di sekitar Ruang IGD, mereka menunggu untuk melakukan pemeriksaan polisi.
Menurut Kakak Ipar Korban, Ujang Rukenda, korban sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing dan berangkat dari rumahnya di Kecamatan Cibatu sekitar pukul 11.00 WIB. Namun keluarga terkejut setelah mendapat kabar korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Kiarapedes.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Berangkatnya siang, katanya mau mancing. Keluarga enggak menyangka sama sekali, tiba-tiba dapat kabar sudah meninggal,” ujar Ujang saat ditemui infoJabar di RSUD Bayu Asih, Minggu (11/1/2026).
Ujang menyebutkan, ia tidak mengetahui secara pasti kenapa adik iparnya menjadi korban pembunuhan, namun pernah mendengar kabar jika ia memiliki persoalan utang piutang.
“Enggak tau ada masalah apa atau kejadian apa. Saya perna denger ada permasalahan dengan teman mancingnya,” katanya.
Sementara itu, keluarga korban mendatangi RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk memastikan identitas dan kondisinya. Pantauan infoJabar, keluarga yang didampingi kepala desa setempat tampak menunggu di sekitar ruang IGD untuk menjalani pemeriksaan kepolisian.
Kakak ipar korban, Ujang Rukenda mengatakan, korban sempat berpamitan untuk pergi memancing dan berangkat dari rumahnya di Kecamatan Cibatu sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, keluarga terkejut saat menerima kabar korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Kiarapedes.
“Berangkatnya siang, katanya mau memancing. Keluarga tidak menyangka sama sekali, tiba-tiba dapat kabar sudah meninggal,” ujar Ujang saat ditemui infoJabar di RSUD Bayu Asih, Minggu (11/1/2026).
Ujang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab adik iparnya tewas. Namun, ia pernah mendengar kabar bahwa korban memiliki persoalan utang piutang.
“Tidak tahu ada masalah apa atau kejadian apa. Saya pernah dengar ada permasalahan dengan teman memancingnya,” pungkasnya.
Hingga kini, polisi terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Kiarapedes tersebut.
“Identitas terduga pelaku dan motif masih kami dalami. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap,” tegas Uyun.
Uyun memastikan korban bukan warga setempat, melainkan warga Kecamatan Cibatu, Purwakarta. Sementara itu, Agus, warga sekitar TKP, menyebutkan jasad korban ditemukan tergeletak tertutup terpal di depan bangunan bekas kandang ayam. Lokasi penemuan berada di ujung kampung dan cukup jauh dari permukiman warga.
Peristiwa ini terungkap saat warga mendengar keributan dan teriakan minta tolong ketika aliran listrik padam sekitar pukul 18.00 WIB. Warga kemudian melapor ke aparat setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.
“Waktu itu katanya ada ribut-ribut saat listrik mati. Terus ada kabar pembunuhan, langsung dilaporkan ke Linmas dan Polsek,” ujar Agus.
Agus menambahkan, sebagian besar warga tidak sempat melihat kondisi korban secara langsung karena polisi segera mengamankan lokasi. “Bukan warga sini. Lokasinya memang di pinggir, di ujung kampung, depan bekas kandang ayam,” katanya.
Pihak keluarga korban pun langsung mendatangi RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk memastikan identitas dan kondisinya. Pantauan infoJabar keluarga korban yang di dampingi kepala desanya menunggu di sekitar Ruang IGD, mereka menunggu untuk melakukan pemeriksaan polisi.
Menurut Kakak Ipar Korban, Ujang Rukenda, korban sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing dan berangkat dari rumahnya di Kecamatan Cibatu sekitar pukul 11.00 WIB. Namun keluarga terkejut setelah mendapat kabar korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Kiarapedes.
“Berangkatnya siang, katanya mau mancing. Keluarga enggak menyangka sama sekali, tiba-tiba dapat kabar sudah meninggal,” ujar Ujang saat ditemui infoJabar di RSUD Bayu Asih, Minggu (11/1/2026).
Ujang menyebutkan, ia tidak mengetahui secara pasti kenapa adik iparnya menjadi korban pembunuhan, namun pernah mendengar kabar jika ia memiliki persoalan utang piutang.
“Enggak tau ada masalah apa atau kejadian apa. Saya perna denger ada permasalahan dengan teman mancingnya,” katanya.
Sementara itu, keluarga korban mendatangi RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk memastikan identitas dan kondisinya. Pantauan infoJabar, keluarga yang didampingi kepala desa setempat tampak menunggu di sekitar ruang IGD untuk menjalani pemeriksaan kepolisian.
Kakak ipar korban, Ujang Rukenda mengatakan, korban sempat berpamitan untuk pergi memancing dan berangkat dari rumahnya di Kecamatan Cibatu sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, keluarga terkejut saat menerima kabar korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Kiarapedes.
“Berangkatnya siang, katanya mau memancing. Keluarga tidak menyangka sama sekali, tiba-tiba dapat kabar sudah meninggal,” ujar Ujang saat ditemui infoJabar di RSUD Bayu Asih, Minggu (11/1/2026).
Ujang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab adik iparnya tewas. Namun, ia pernah mendengar kabar bahwa korban memiliki persoalan utang piutang.
“Tidak tahu ada masalah apa atau kejadian apa. Saya pernah dengar ada permasalahan dengan teman memancingnya,” pungkasnya.
Hingga kini, polisi terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Kiarapedes tersebut.
