Pencarian Nelayan Hilang di Indramayu Berakhir Duka

Posted on

Tim SAR Gabungan menemukan nelayan yang dilaporkan hilang di perairan muara Kamal, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/1/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Karyono alias Tiplok (42), warga Desa Dadap. Jasadnya ditemukan mengapung di laut sekitar pukul 12.43 WIB. “Alhamdulillah, korban laka laut KM Baru Kasih GT 2 di Perairan Dadap berhasil ditemukan,” ujar Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, di lokasi penemuan.

Jenazah Karyono pertama kali terlihat oleh seorang pemancing di sekitar breakwater Pantai Dadap, sekitar lima meter dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dadap. Usai menerima laporan, petugas SAR langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengevakuasi korban. “Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban,” kata Asep.

Setibanya di darat, pihak keluarga memastikan jenazah tersebut adalah Karyono, nelayan yang dilaporkan hilang sejak Jumat kemarin. “Dari konfirmasi keluarga, benar itu Karyono,” lanjutnya.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU desa setempat, diiringi duka mendalam keluarga dan warga sekitar. Proses pencarian korban tidak berjalan mudah. Cuaca buruk dengan ombak tinggi dan angin kencang sempat menyulitkan Tim SAR Gabungan selama operasi berlangsung.

“Cuaca memang menjadi kendala utama, tapi alhamdulillah korban bisa ditemukan di hari kedua pencarian,” ujar Asep.

Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal nelayan KM Baru Kasih GT 2 yang ditumpangi tiga orang terbalik akibat hantaman gelombang tinggi.

Saksi mata, Darna (29), melihat info-info kecelakaan yang menimpa Carsidi (30) selaku pemilik kapal, Endi (28), dan Karyono (42). Ketiganya merupakan warga Desa Dadap.

Dua nelayan, Carsidi dan Endi, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai. Sementara Karyono dinyatakan hilang terseret arus. Kedua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Mursyid Ibnu Syafiuddin Krangkeng untuk mendapatkan perawatan medis. “Kapal terbalik sepertinya saat mau pulang setelah melaut di dekat Muara Kali Kamal,” ujar Darna.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan seiring ditemukannya korban.

“Dengan ditemukannya jenazah saudara Karyono, operasi pencarian resmi ditutup. Kami mengingatkan para nelayan agar lebih waspada dan memperhatikan keselamatan, terutama saat musim gelombang tinggi,” tegas Ade.

Kronologi Kejadian