Alunan musik tradisional Jawa mengalun lembut dari sebuah joglo di tepi Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang kontras dengan identitas Sunda di tanah Pasundan.
Joglo itu ternyata merupakan restoran yang menyuguhkan menu tradisional. Namanya Warung Lodeh, oase di tengah menjamurnya kafe-kafe dan rumah makan bernuansa modern di kawasan wisata Lembang.
Begitu masuk, pengunjung langsung dihadapkan pada sederet makanan berat. Menu utamanya tentu sayur lodeh, namun berbeda dengan lodeh pada umumnya. Ada tiga varian lodeh di Warung Lodeh, yaitu lodeh campur, lodeh tahu (dengan rasa sedikit manis), dan lodeh kecombrang yang menjadi jagoan.
Menu pendamping sayur lodeh lainnya meliputi ayam kukus (yang juga menjadi menu andalan), semur jengkol, cumi, usus, dan ampela.
“Jadi kita ingin menyuguhkan masakan rumahan dengan cita rasa khas Warung Lodeh. Tidak hanya lodeh biasa, tapi kita punya lodeh kecombrang yang jadi andalan,” kata pengelola Warung Lodeh, Intania Setiati saat ditemui.
Uniknya lagi, pengunjung bisa bebas mengambil menu sayur lodeh dengan harga Rp19 ribu. Harga tersebut memungkinkan pengunjung mengambil porsi sepuasnya.
“Cuma Rp19 ribu, silakan ambil sepuasnya. Namun, untuk menu lainnya, tentu ada harga tersendiri,” kata Intania.
Selain makanan berat, Warung Lodeh juga menyediakan beragam camilan, seperti bakwan (atau bala-bala) dan pisang goreng ukuran jumbo dengan *topping* melimpah.
“Kemudian ada juga camilan seperti bala-bala dan pisang goreng. Menu-menu itu cocok dipadukan dengan minuman tradisional juga seperti wedang ronde, wedang uwuh, bandrek, dan bajigur,” kata Intania.
Warung Lodeh di Lembang mengusung nuansa Jawa Tengah. Sementara warung lodeh yang ada di Cimahi dan Bandung memilih bangunan bernuansa heritage. Menurut Intania, hal itu sebagai langkah mengenalkan budaya Indonesia lewat cara berbeda.
“Kita juga ingin mengenalkan budaya di tanah air, jadi ada yang nuansanya Sunda, heritage, dan di Lembang ini Jawa Tengah,” kata Intania.
infoJabar sempat mencicipi menu sayur lodeh tahu. Rasanya sedikit manis dengan paduan rasa pedas yang tidak terlalu tajam di tenggorokan. Memberikan rasa hangat di tengah cuaca dingin Lembang yang amat menusuk kulit.
Lalu rasa wedang uwuh yang isiannya melimpah dengan beragam rempah. Mulai dari kayu secang yang memberikan warna merah pada wedang uwuh, lalu rasa hangat dari jahe, pala, serta harum kayu manis.
Warung Lodeh cocok dijadikan sebagai daftar restoran yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Lembang, terutama menjelang musim liburan.
