Di balik hiruk-pikuk Alun-alun Ujungberung, Kota Bandung, ada sosok Komar, pria berusia 80 tahun. Ia kerap datang ke sana untuk berjualan tahu Sumedang.
Komar sudah berjualan sekitar 30 tahun. Sejak remaja hingga kini di usia senja, ia tetap tekun menggeluti profesinya.
“Saya asli Tasikmalaya. Kira-kira 30 tahun sudah di sini berjualan, mulai dari usia 18 tahun langsung jualan seperti sekarang,” ujar Komar.
Ia mengaku tidak punya pendidikan yang tinggi. Bahkan, sekolah dasar pun ia tak sempat menamatkannya. Hal itu diperkuat dorongan dalam hari Komar yang sejak remaja telah berniat membantu ekonomi keluarga.
“Awalnya di sini ingin berdagang, bantu-bantulah (ekonomi keluarga). Sebelumnya berjualan di Cicaheum, karena peraturan di sana dulu, jadinya pindah ke sini,” katanya.
Komar pernah mencoba berjualan di daerah Terminal Cicaheum, tetapi peraturan terhadap pedagang waktu itu membuatnya harus berpindah. Ia telah melanglangbuana di berbagai tempat, namun Alun-alun Ujungberung jadi tempat yang menurutnya paling cocok.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Kesehariannya diisi dengan menjual tahu Sumedang dan lontong. Mulai berjualan dari pukul 4 pagi, Komar acap kali menawarkan jualannya kepada pengunjung. Habis ataupun tidak, ia segera pulang sekitar pukul 13.00 WIB.
“Dari jam 4 pagi, sering salat Subuh di sini dulu (Masjid Kaum Ujungberung). Pulang setelah salat Zuhur, lalu hasilnya saya setorkan ke pengelola (majikan),” jelas Komar.
Ia mengaku hasil berjualan saat ini tidak sebanding dengan biaya hidupnya. Namun, ia berusaha mencukupkan kebutuhan sehari-harinya. Komar hidup tanpa berkeluarga, tapi ia tinggal bersama temannya.
Komar sendiri punya harapan besar. Meski usianya kini tak lagi muda, bahkan sepuh, ia ingin kelak bisa punya usaha sendiri. Sehingga, nasibnya tak melulu bergantung pada orang lain.
“Sebenarnya, hasil dari berjualan ini tidak cukup, dek. Tapi ya dicukup-cukupkan saja. Sendiri (tidak berkeluarga), di sini tinggal sama orang dari Tasik juga. Harapannya, saya bisa punya usaha sendiri, jadi tidak perlu ikut orang lagi,” tuturnya.
