Masalah tunawisma atau pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di Kota Bandung ternyata masih mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, Pemkot Bandung tercatat telah menertibkan 2.003 orang karena mereka datang ke Kota Kembang tanpa tujuan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung Irvan Alamsyah mengatakan, jumlah PPKS pada 2025 meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, Dinsos mencatat jumlah tunawisma yang telah ditertibkan mencapai 847 orang.
“Dan jumlah tersebut tidak semuanya warga Kota Bandung,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (14/1/2026).
Ia mengungkap, fenomena tunawisma yang datang ke Bandung biasanya terjadi menjelang Ramadan, Idul Fitri hingga Idul Adha. Tahun ini, Dinsos mencatat sudah menertibkan dua keluarga yang nantinya bakal diserahkan ke tempat rehabilitasi sosial.
“Saat ini sudah mulai terlihat peningkatan karena mendekati Ramadan. Seluruhnya ditangani melalui mekanisme Dinas Sosial,” ucapnya.
Ia pun membeberkan, tunawisma yang datang ke Bandung ada yang berasal dari luar kota. Dinsos bahkan mencatat ada yang berasal dari Bandung Raya, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, hingga dari Tanah Datar, Sumatera Barat.
“Kalau mereka berasal dari Kota Bandung, kami rujuk yang bersangkutan untuk rehabilitasi sosial di panti dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Kalau luar daerah, kami rujuk ke balai atau dikembalikan ke daerah asal. Penanganan ini juga berdasarkan laporan dari wilayah, kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya, termasuk laporan mengenai orang terlantar dan rumah singgah,” ungkapnya.
“Program ini sudah berjalan setiap tahun. Tahun lalu, misalnya, ada beberapa tunawisma,!termasuk yang dikenal sebagai “manusia gerobak” yang kami rujuk ke panti milik Provinsi Jawa Barat. Mereka mendapatkan pelatihan, bantuan modal usaha, peralatan kerja, bahkan difasilitasi tempat tinggal berupa kontrakan,” pungkasnya.
Ia mengungkap, fenomena tunawisma yang datang ke Bandung biasanya terjadi menjelang Ramadan, Idul Fitri hingga Idul Adha. Tahun ini, Dinsos mencatat sudah menertibkan dua keluarga yang nantinya bakal diserahkan ke tempat rehabilitasi sosial.
“Saat ini sudah mulai terlihat peningkatan karena mendekati Ramadan. Seluruhnya ditangani melalui mekanisme Dinas Sosial,” ucapnya.
Ia pun membeberkan, tunawisma yang datang ke Bandung ada yang berasal dari luar kota. Dinsos bahkan mencatat ada yang berasal dari Bandung Raya, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, hingga dari Tanah Datar, Sumatera Barat.
“Kalau mereka berasal dari Kota Bandung, kami rujuk yang bersangkutan untuk rehabilitasi sosial di panti dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Kalau luar daerah, kami rujuk ke balai atau dikembalikan ke daerah asal. Penanganan ini juga berdasarkan laporan dari wilayah, kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya, termasuk laporan mengenai orang terlantar dan rumah singgah,” ungkapnya.
“Program ini sudah berjalan setiap tahun. Tahun lalu, misalnya, ada beberapa tunawisma,!termasuk yang dikenal sebagai “manusia gerobak” yang kami rujuk ke panti milik Provinsi Jawa Barat. Mereka mendapatkan pelatihan, bantuan modal usaha, peralatan kerja, bahkan difasilitasi tempat tinggal berupa kontrakan,” pungkasnya.
