Tanaman hias kerap dipilih untuk mempercantik rumah sekaligus memberi kesan segar pada ruangan. Namun, tidak semua tanaman aman diletakkan di dalam rumah, terutama jika Anda tinggal bersama anak kecil atau hewan peliharaan.
Di balik tampilannya yang indah, beberapa tanaman hias justru menyimpan risiko kesehatan yang sering tidak disadari.
Mulai dari daun beracun, getah yang memicu iritasi, hingga kandungan zat berbahaya jika tertelan, kesalahan memilih tanaman hias dapat berakibat serius. Karena itu, penting untuk mengenali jenis tanaman yang sebaiknya dihindari agar rumah tetap nyaman, aman, dan bebas dari bahaya tersembunyi.
Berikut 7 tanaman hias yang ternyata berbahaya jika diletakkan di dalam rumah.
Oleander atau bunga jepun dikenal dengan warna bunganya yang cerah dan tampilannya yang eksotis. Tanaman ini memang mudah tumbuh dan tahan panas, sehingga sering dijadikan tanaman hias. Namun, hampir seluruh bagian oleander mengandung racun bernama oleandrin.
Jika tertelan, zat ini dapat menyebabkan mual, gangguan detak jantung, hingga berisiko fatal. Bahkan asap dari daun oleander yang dibakar juga berbahaya jika terhirup. Anak-anak dan hewan peliharaan menjadi kelompok paling rentan, sehingga oleander tidak disarankan ditanam di dalam rumah maupun halaman.
Bonsai sering dianggap aman dan bernilai estetika tinggi. Namun, bonsai juniper tidak ideal untuk ditempatkan di dalam ruangan. Tanaman dari keluarga juniper ini dapat memicu reaksi alergi, seperti hidung tersumbat dan mata berair, terutama pada orang yang sensitif. Selain itu, juniper lebih cocok tumbuh di area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.
Tanaman daun bahagia mengandung kalsium oksalat, zat yang dapat menyebabkan iritasi serius jika tertelan. Gejalanya meliputi pembengkakan lidah, sulit menelan, hingga rasa sesak. Getahnya juga dapat memicu gatal dan ruam pada kulit.
Risiko ini juga berlaku bagi hewan peliharaan. Kandungan kalsium oksalat pada Dieffenbachia bersifat beracun bagi kucing dan anjing. Karena itu, tanaman ini sebaiknya tidak diletakkan di dalam rumah, atau setidaknya harus dijauhkan dari jangkauan anak dan hewan.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Bunga lili sering digunakan sebagai dekorasi karena bentuknya anggun dan aromanya harum. Namun, tanaman ini sangat berbahaya bagi kucing. Konsumsi dalam jumlah kecil saja, bahkan hanya menjilat serbuk sari, dapat menyebabkan gagal ginjal akut pada kucing.
Pada manusia, getah lili juga dapat menimbulkan iritasi ringan pada kulit atau mata. Karena risikonya cukup tinggi, banyak dokter hewan menyarankan agar lili tidak disimpan di dalam rumah, terutama jika memelihara kucing.
Krisan memiliki warna cerah dan sering dijadikan tanaman hias indoor. Namun, bunga ini mengandung pyrethrin, zat yang berpotensi berbahaya bagi kucing dan anjing. Jika tertelan, krisan dapat menyebabkan muntah, diare, hingga gangguan saraf ringan seperti tremor. Pada sebagian orang, getah krisan juga bisa menimbulkan iritasi kulit.
Meski populer karena perawatannya mudah, beberapa jenis sukulen ternyata memiliki tingkat toksisitas ringan. Jika tertelan, tanaman ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare. Pada hewan peliharaan, konsumsi sukulen meski dalam jumlah kecil bisa memicu ketidaknyamanan pada saluran cerna.
Karena itu, sukulen tetap sebaiknya diletakkan di area yang tidak mudah dijangkau anak-anak dan hewan.
Palem sagu (Cycas revoluta) termasuk salah satu tanaman hias paling berbahaya bagi hewan peliharaan. Hampir seluruh bagiannya bersifat racun, terutama bijinya yang mengandung cycasin. Jika tertelan, racunnya dapat menyebabkan kerusakan hati, muntah, pendarahan internal, hingga kematian pada hewan.
Karena dampaknya sangat serius, palem sagu tidak disarankan sama sekali untuk diletakkan di rumah yang memiliki hewan peliharaan.
