Masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal bisa jalan-jalan naik kereta api menyusul rencana reaktivasi rute Cipatat-Padalarang. Rute Cipatat-Padalarang sejauh 17 kilometer sudah tidak lagi aktif sejak tahun 2013-an.
Namun ada informasi yang beredar bahwa reaktivasi rute KA itu tak sepenuhnya bakal menggunakan jalur yang sudah ada dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Tagogapu lalu berakhir di Stasiun Cipatat, melainkan membuat jalur baru dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Sasaksaat baru menuju ke Stasiun Cipatat.
Kontur rute lama terlalu ekstrem. Akhirnya rel KA itu akan dialihkan ke jalur rel Padalarang-Purwakarta via Stasiun Sasaksaat. Kementerian Perhubungan juga kabarnya telah meninjau langsung lokasi lahan yang akan dipakai untuk proyek pembangunan rel baru.
“Sudah ditinjau, jadi rencananya jalur rel baru itu akan dibuat untuk reaktivasi karena jalur lama rawan longsor, kemudian curam,” kata Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochamad Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (6/1/2025).
Pengalihan rel Cipatat-Padalarang itu direncanakan dalam bentuk terowongan sepanjang 300 meter dan dua jembatan dengan panjang masing-masing 50 meter.
Nantinya rel kereta dari Cipatat menuju Padalarang akan dibelokkan ke sebelah utara menuju pertemuan jalur rel Padalarang-Purwakarta, tepatnya di Stasiun Sasaksaat di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat. Nantinya KA tak lagi melewati Stasiun Tagogapu, tapi memutar ke Stasiun Sasaksaat menuju Stasiun Cilame kemudian ke Padalarang.
Dukungan pemerintah daerah diberikan dalam bentuk daya dukung penumpang dan keamanan perlintasan sebidang. Pasalnya, dengan terhubungnya jalur Cipatat-Padalarang, jumlah penumpang dan lalu lintas kereta akan meningkat di kawasan Cipatat dan Padalarang.
“Kita akan mendukung karena reaktivasi masuk program strategis nasional. Kita fokus menangani perlintasan sebidang karena pasti minat meningkat. Kemudian untuk pengadaan lahan nanti oleh dinas terkait,” kata Ridwan.
