Penyelidikan kasus penemuan mayat tanpa kepala di aliran Sungai Curug Darismin, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, masih terus dilakukan aparat kepolisian. Hingga kini, polisi masih mendalami berbagai kemungkinan terkait penemuan jenazah tersebut.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengatakan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan tim medis untuk mengumpulkan keterangan awal terkait kondisi jenazah.
Namun, proses identifikasi korban mengalami kendala cukup signifikan. Jenazah diduga telah berada di aliran sungai dalam waktu yang cukup lama sehingga kondisi fisiknya rusak parah saat ditemukan.
“Berdasarkan keterangan dari pihak Puskesmas yang ikut ke TKP, perkiraan jenazah berada di air sekitar 5 sampai 10 hari,” kata Taufick, Jumat (9/1/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian jaringan tubuh korban terkelupas, sehingga menyulitkan proses pengenalan identitas. Bahkan, polisi belum dapat memastikan jenis kelamin korban secara kasat mata.
“Untuk jenis kelamin belum bisa dipastikan karena kondisi tubuh yang sudah rusak,” ujarnya.
Kepastian mengenai identitas dan penyebab kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi dari tim forensik.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas pada Kamis (8/1/2026) malam. Jenazah tersebut ditemukan tersangkut di aliran Sungai Darismin sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi membusuk dan tanpa kepala.
Laporan penemuan mayat itu pertama kali diterima polisi dari dua orang warga setempat yang tengah beraktivitas di sekitar sungai.
