Persib Bandung memilih bersikap tenang di bursa transfer paruh musim Super League 2025/26. Hingga mendekati penutupan jendela transfer akhir Januari, Maung Bandung belum juga mengumumkan pemain baru, kecuali tinggal menunggu kepastian transfer Layvin Kurzawa.
Di tengah sorotan publik dan tuntutan untuk menambah amunisi, pelatih Persib Bojan Hodak angkat bicara. Ia menegaskan, keputusan tidak jor-joran merekrut pemain baru bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi menjaga keseimbangan tim.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Pelatih asal Kroasia itu mencontohkan, kebijakan transfer minim pemain baru sudah menjadi pola Persib dalam beberapa musim terakhir. Bahkan pada musim lalu, Persib hanya melakukan satu pergantian pemain.
“Banyak yang menanyakan kepada saya, kenapa Persib tidak mendatangkan banyak pemain. Dua musim lalu, kami hanya membawa Kevin (Mendoza) dan Stefano Beltrame. Pada musim lalu, kami hanya melakukan satu perubahan, Gervane Kastaneer,”ujar Bojan, Sabtu (24/1/2026).
Karena itu bagi Bojan, mendatangkan banyak pemain baru di paruh musim ini bukan hal yang jadi prioritas klub. Sebaliknya, jika hal itu dilakukan, ia menyebut akan ada masalah baru di ruang ganti.
“Jadi saya tidak mengerti, apalagi kami sekarang ada di urutan pertama, kenapa harus merekrut lima atau enam pemain, karena malah bisa menimbulkan masalah di ruang ganti,” tegasnya.
Alih-alih menambah banyak wajah baru, Persib justru melepas dua pemain di paruh musim ini. Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa telah dipinjamkan ke Persik Kediri demi mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Selain pertimbangan teknis dan harmonisasi tim, Bojan menyinggung faktor finansial sebagai aspek penting yang tak bisa diabaikan dalam kebijakan transfer.
“Kami juga harus mengikuti anggaran, gaji tepat waktu. Kami harus mengikuti anggaran dan semua akan baik-baik saja,” katanya.
