10 Rekomendasi Minuman Herbal Pereda Batuk dan Sesak Napas

Posted on

Batuk berdahak yang disertai rasa sesak di dada tentu sangat mengganggu produktivitas. Di tengah cuaca ekstrem Januari 2026, akumulasi mukus atau dahak sering kali menjadi sarang bakteri jika tidak segera dikeluarkan.

Cuaca akhir-akhir ini terasa sangat dingin. Bahkan, wilayah Lembang disebut kembali ke ‘setelan pabrik’ karena suhu dinginnya yang ekstrem, mengingatkan pada suasana Lembang 20 tahun silam. Jika sudah terserang batuk akibat cuaca dingin, selain pengobatan medis, kekuatan bahan alami melalui minuman herbal terbukti ampuh mengencerkan dahak sekaligus melegakan saluran pernapasan.

Berikut adalah 10 rekomendasi minuman herbal terbaik yang bisa Anda coba. Cara pembuatannya relatif mudah, cukup dengan merebus bahan dan meminumnya dalam kondisi hangat.

The Gingerol Power! Demikian ungkapan pas untuk menyebut kekuatan kandungan dalam jahe. Rimpang jahe merah mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang bersifat termogenik. Efek hangatnya membantu mengencerkan dahak yang menggumpal di tenggorokan dan paru-paru.

Rebusan daun sambiloto memang terasa pahit saat diminum, namun dampaknya sangat ‘manis’ bagi kesehatan. Kandungan andrographolide dalam sambiloto berfungsi sebagai antiinflamasi kuat yang membantu meredakan pembengkakan di saluran napas sehingga dada terasa lebih lega.

Daun mint yang mungil memberikan sensasi dingin-segar seketika, bahkan saat dikunyah langsung. Jika diolah menjadi teh, ekstraksinya akan lebih maksimal. Kandungan mentol pada daun mint merupakan dekongestan alami. Uap dan airnya membantu memecah gumpalan lendir dan memberikan sensasi melegakan di dada.

Kayu manis memiliki sifat antivirus dan antibiotik alami. Minuman ini efektif mencegah infeksi lebih lanjut pada saluran pernapasan yang sedang meradang. Penyajiannya tidak harus direbus, melainkan cukup diinfusi, yaitu dengan merendamnya dalam air panas agar zat aktifnya keluar secara optimal.

Ini adalah kombinasi klasik yang tetap menjadi juara. Asam sitrat pada jeruk nipis membantu memutus ikatan protein pada dahak, sementara madu bertindak sebagai pelumas tenggorokan untuk mengurangi iritasi.

Bunga telang berasal dari tanaman merambat yang memiliki warna ungu mencolok. Jika diekstraksi dengan air panas, air akan berubah menjadi biru, dan berubah menjadi ungu jika dicampur lemon. Bunga telang kaya antioksidan untuk mempercepat pemulihan jaringan paru, sementara serai mengandung minyak atsiri yang berfungsi sebagai ekspektoran (pengencer dahak).

Daun sirih dikenal sebagai antiseptik alami yang membantu membersihkan mikroba di tenggorokan. Sirih hijau lebih mudah diterima lidah, sementara sirih merah (Piper ornatum) memiliki rasa lebih pahit namun khasiatnya tak kalah hebat untuk melegakan pernapasan. Di kalangan pemuda Sunda, sering ada candaan bahwa jenis seureuh beureum (sirih merah) yang paling cepat menyembuhkan adalah ‘seureuh beureum gambar Soekarno-Hatta’ alias uang pecahan Rp100 ribu.

Kandungan xanthorrhizol dan kurkumin pada temulawak membantu menekan peradangan di dada. Hal ini efektif mengurangi rasa sesak akibat batuk kronis.

Teh hijau kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG) yang membantu mengurangi produksi lendir berlebih akibat reaksi alergi atau infeksi virus. Studi oleh Syafira Hasna Afifah, dkk. (2024) menjelaskan bahwa kandungan ini dapat meningkatkan efektivitas tubuh dalam merespons pengobatan pada kasus gangguan pernapasan.

Cengkeh memiliki sifat ekspektoran yang sangat kuat. Senyawa eugenol di dalamnya membantu merelaksasi otot-otot pernapasan yang tegang karena batuk terus-menerus. Cukup bubuhkan cengkeh secukupnya agar rasa minuman tidak terlalu pekat.

1. Wedang Jahe Merah

2. Air Rebusan Sambiloto

3. Teh Daun Mint

4. Infusi Kayu Manis

5. Air Jeruk Nipis dan Madu

6. Teh Bunga Telang dan Serai

7. Rebusan Daun Sirih

8. Temulawak

9. Teh Hijau

10. Air Rebusan Cengkeh