Sebuah video amatir yang memperlihatkan sesosok mayat mengapung di perairan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, beredar luas di media sosial pada Selasa (20/1/2026).
Jasad tersebut teridentifikasi sebagai wisatawan asal Jakarta yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Goa Langir, Sawarna, Banten. Jenazah ditemukan di perairan yang mengarah ke Cibuaya, Kecamatan Ciracap, sekitar pukul 16.45 WIB. Video penemuan ini dengan cepat memicu respons petugas penyelamat pantai.
Koordinator Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) Kabupaten Sukabumi Wilayah Selatan, Piat Supriatna, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, penemuan berawal dari laporan warga yang melihat jasad korban terombang-ambing di tengah laut.
“Balawista Pos Cibuaya menerima laporan masyarakat terkait adanya mayat mengapung di perairan Ujung Genteng. Tim lifeguard segera mengevakuasi jenazah tersebut setelah berkoordinasi dengan Polair dan TNI AL,” ujar Piat kepada infoJabar, Rabu (21/1/2026).
Proses evakuasi yang melibatkan anggota lifeguard Fahrudin, Ade, Hendra, dan Asep ini sempat terkendala cuaca buruk, tetapi akhirnya berhasil diselesaikan menggunakan perahu nelayan.
“Meski kondisi laut sedang tidak bersahabat, alhamdulillah jenazah bisa dievakuasi. Ciri-ciri korban yakni laki-laki, mengenakan celana pendek merah putih, diperkirakan berusia 20 tahun, dengan kondisi wajah yang sudah rusak,” tambah Piat.
Terkait identitas, Piat memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balawista Kabupaten Lebak, Banten. Berdasarkan pencocokan data, mayat tersebut adalah korban kecelakaan laut yang terjadi tiga hari sebelumnya.
“Korban bernama Salman Abdul Latif, usia 19 tahun, warga Cipinang Asem, Kebonpala, Jakarta Timur. Berdasarkan laporan yang kami terima, korban terseret arus pada Sabtu (17/1/2026) pagi saat sedang berenang di pantai bersama rekannya,” jelasnya.
Dalam insiden di Sawarna tersebut, satu rekan korban dilaporkan selamat. “Satu orang selamat, namun korban atas nama Salman ini hilang terbawa arus hingga akhirnya ditemukan di wilayah kami,” pungkas Piat.
Proses evakuasi yang melibatkan anggota lifeguard Fahrudin, Ade, Hendra, dan Asep ini sempat terkendala cuaca buruk, tetapi akhirnya berhasil diselesaikan menggunakan perahu nelayan.
“Meski kondisi laut sedang tidak bersahabat, alhamdulillah jenazah bisa dievakuasi. Ciri-ciri korban yakni laki-laki, mengenakan celana pendek merah putih, diperkirakan berusia 20 tahun, dengan kondisi wajah yang sudah rusak,” tambah Piat.
Terkait identitas, Piat memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balawista Kabupaten Lebak, Banten. Berdasarkan pencocokan data, mayat tersebut adalah korban kecelakaan laut yang terjadi tiga hari sebelumnya.
“Korban bernama Salman Abdul Latif, usia 19 tahun, warga Cipinang Asem, Kebonpala, Jakarta Timur. Berdasarkan laporan yang kami terima, korban terseret arus pada Sabtu (17/1/2026) pagi saat sedang berenang di pantai bersama rekannya,” jelasnya.
Dalam insiden di Sawarna tersebut, satu rekan korban dilaporkan selamat. “Satu orang selamat, namun korban atas nama Salman ini hilang terbawa arus hingga akhirnya ditemukan di wilayah kami,” pungkas Piat.







