Bagi pencinta suasana alam yang ingin menikmati sajian makanan dan minuman sederhana dengan latar perbukitan kokoh serta hutan lebat, Warung Sepoi bisa menjadi pilihan. Warung ini berada tepat di tepi tebing perbukitan Gunung Ciremai, menawarkan pengalaman bersantap yang menyatu dengan alam.
Untuk mencapai Warung Sepoi, pengunjung harus melintasi jalan menanjak yang berkelok, diapit jurang dan pepohonan lebat. Kondisi jalan tersebut menuntut kehati-hatian, terutama saat hujan atau kabut turun. Lokasi warung berada di dekat sebuah batu besar berwarna hitam yang menjadi penanda, dikelilingi pepohonan rindang khas kawasan pegunungan.
Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung dapat langsung memasuki area warung. Bangunannya sederhana, berupa ruang terbuka yang ditopang beberapa tiang fondasi. Di dalamnya terdapat deretan bangku dan meja kayu, sementara aneka makanan dan minuman kemasan tersusun di atas meja. Di baliknya, tampak peralatan masak seperti kompor, tabung gas, serta peralatan makan.
Meski tampil apa adanya, suasana sejuk langsung terasa begitu memasuki area warung. Hembusan angin pegunungan menyapu tubuh, berpadu dengan pemandangan lanskap perbukitan yang menjulang kokoh. Di sela perbukitan tersebut, hamparan hutan Gunung Ciremai tampak hijau dan lebat, menjadi latar yang memanjakan mata.
Saat hujan turun, panorama semakin dramatis. Kabut tebal perlahan menyelimuti perbukitan, menciptakan suasana dingin yang khas pegunungan. Kondisi ini kerap dinikmati pengunjung sambil menyeruput kopi hangat atau menyantap mi instan panas.
Warung Sepoi dikelola oleh seorang perempuan paruh baya bernama Ersih (45). Sore itu, di tengah hujan yang cukup deras, Ersih tampak sibuk melayani pembeli yang memadati warung sederhananya. Meski baru viral belakangan ini, Warung Sepoi sejatinya sudah berdiri sejak dua tahun lalu. Nama “Sepoi” dipilih Ersih untuk menggambarkan suasana warungnya yang selalu sejuk.
“Ini namanya Warung Sepoi. Karena udaranya selalu sejuk sepoi-sepoi, enak banget. Di musim panas, suasananya adem sepoi-sopoi, di musim hujan juga suasana masih sepoi-sepoi adem,” tutur Ersih.
Menurut Ersih, sejak warungnya ramai diperbincangkan di media sosial, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Dalam sehari, ratusan orang bisa datang, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
“Alhamdulillah bisa habis semua semenjak videonya ramai tuh. Apalagi kalau lagi liburan, sehari bisa seratus orang yang datang ke sini. Semenjak sekarang ramai, jadi ada yang bantu-bantu, biasanya yang jualan saya sendiri,” tutur Ersih.
Warung Sepoi menjual beragam makanan dan minuman sederhana, mulai dari camilan ringan, minuman kemasan dan saset, hingga mi instan telur dengan berbagai pilihan rasa. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 10.000.
Salah satu pengunjung, Bayu (22) asal Cirebon, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan suasana warung yang berada di tepi tebing perbukitan. Ia mengetahui Warung Sepoi dari video yang dikirimkan temannya.
“Tahu dari teman, dikirim video tuh. Katanya di sini enak, pemandangannya bagus. Dan bener, pas sampai sini pemandangannya bagus. Cocok kalau buat nongkrong atau duduk santai mah, suasananya juga sejuk,” tutur Bayu.
Warung Sepoi berlokasi di samping Jalan Cirea-Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Dari arah Kota Cirebon, pengunjung dapat menuju Sumber, kemudian belok kanan ke Jalan Pangeran Kejaksaan, lurus hingga belok kiri ke Jalan Cirea-Pasawahan, dan terus mengikuti jalan hingga menemukan batu besar di pinggir jalan. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB.
