Warnas Babeh Kurnia, Andalan Mahasiswa di Dipatiukur Bandung Sejak 1993

Posted on

Tersembunyi di sebelah Kampus Unikom di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Warung Nasi Babeh Kurnia berdiri dan menjadi andalan para mahasiswa sejak 1993.

Sebelum Kampus Unikom berdiri, warung nasi ini sudah memulai usahanya dengan menjual salah satu hidangan khas Sunda, yakni lotek di tahun 1993.

“Dulu kan karena belum ada Unikom, Unpad sama ITB juga masih di sini ya, kos-kosan daerah sini itu kebanyakan anak Unpad sama ITB, jadi pada makannya kesini” ungkap Erna, selaku generasi kedua yang meneruskan Warung Nasi pada infoJabar, Selasa (20/1/2026).

Erna juga mengungkapkan bahwa awal mula bergantinya usaha lotek menjadi warung nasi dikarenakan banyaknya permintaan mahasiswa.

“Pas Saya masih kecil itu banyak mahasiswa yang minta tambah nasi, tambah ayam dan lain-lain, jadi aja fokus ke warung nasi. Loteknya paling setahun-an lah” ungkapnya.

Tepat di tahun 1994, berdirinya LPKIG (Sebelum menjadi Unikom) membuat para pelanggan baru berdatangan ke Warung Nasi Babeh Kurnia.

Selain dari lokasi yang strategis, warung nasi yang berdiri di dalam gang kecil ini diminati para mahasiswa karena harganya yang sangat terjangkau.

“Harga di sini beda-beda ya tergantung lauknya, ada yang beli cuma Rp5.000, isinya nasi setengah sama sayur doang, ada juga yang milih banyak lauk sampai Rp25.000” ucap Erna.

Hidangan lauk ikan tuna dengan bumbu merah juga menjadi primadona Warung Nasi ini.

Hingga saat ini, Warung Nasi Babeh Kurnia menjadi langganan para mahasiswa dan para dosen Unikom.

“Sekarang banyak yang makan di sini itu mahasiswa sama dosen. Sebagian besar dosen dan karyawan sekarang itu dulunya mahasiswa Unikom, pada makan kesini lagi” tutupnya.

Gambar ilustrasi