Di tengah upaya Pemerintah Kota Cirebon menata wilayahnya, persoalan parkir liar justru masih menjadi pemandangan yang mengusik. Trotoar, ruang yang semestinya aman bagi pejalan kaki, justru kerap menjadi tempat parkir kendaraan.
Kondisi itu salah satunya terlihat di Jalan Wahidin, Kota Cirebon. Di ruas jalan tersebut, dilaporkan kerap ada kendaraan parkir di atas trotoar, sehingga mengganggu akses bagi pejalan kaki.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, tampak geram menanggapi hal tersebut. Pada Rabu (21/1/2025), ia mendatangi langsung lokasi yang dimaksud. Dan benar saja, terlihat ada kendaraan roda empat yang tengah parkir di atas trotoar.
Dalam kesempatan itu, Edo turut melakukan pengecekan dan melihat adanya trotoar yang rusak. Trotoar yang rusak itu berada tepat di depan sebuah hotel.
Edo menyebut kerusakan trotoar tersebut diduga akibat sering digunakan untuk parkir kendaraan. “Itu pasti karena dipakai parkir kendaraan. Tidak mungkin hanya karena dilewati orang,” ucap Edo.
Dalam hal ini, Edo memberi peringatan tegas agar tidak ada lagi kendaraan yang parkir di atas trotoar. Ia menegaskan, trotoar harus dikembalikan pada fungsinya sebagai ruang bagi pejalan kaki.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Trotoar bukan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Trotoar itu difungsikan sebagai tempat untuk pejalan kaki,” kata Edo.
“Jadi tolong, sebelum saya ada tindakan yang tegas, jangan ada lagi yang parkir kendaraan di atas trotoar,” tegasnya.
Selain di Jalan Wahidin, Edo juga menyoroti kondisi trotoar di depan pusat perbelanjaan di Jalan Cipto Mangunkusumo yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai di area mal. Sejumlah pengunjung yang tidak memiliki e-money akhirnya memarkirkan kendaraannya di trotoar yang berada di depan pusat perbelanjaan tersebut.
“Nanti kami coba komunikasi dengan manajemen CSB. Saya berharap agar ketika masuk ke CSB itu tidak hanya menggunakan e-money, tetapi ada juga yang konvesional,” ucap Edo.
“Ini kan kendalanya semua yang masuk ke sana pakai e-money, sementara yang tidak memiliki e-money kan susah. Saya berharap CSB ada dua variasi, e-money dan konvensional. Sehingga tidak ada lagi yang parkir di depan CSB,” sambung dia.
Sekadar diketahui, Pemerintah Kota Cirebon tengah melakukan penataan di wilayahnya. Di jalan kartini misalnya, perubahan paling mencolok terlihat pada kondisi trotoar yang kini tampak lebih rapi.
Trotoar tersebut dilengkapi tanaman hias yang ditata di sejumlah titik, serta jalur pemandu (guiding block) yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Untuk malam hari, lampu penerangan jalan bermotif megamendung telah terpasang di sepanjang ruas jalan dan membantu pencahayaan kawasan.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Totong, mengatakan penataan trotoar Jalan Kartini telah dikerjakan di kedua sisi jalan.
Ia menjelaskan, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan Kota Cirebon. Selain Jalan Kartini, penataan juga dilakukan pada trotoar di Jalan Tuparev, khususnya di sekitar gerbang masuk Kota Cirebon.
“Jadi konsep pak wali itu menginginkan agar gate (gerbang) masuk Kota Cirebon itu terlihat estetik,” kata Totong.








