National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Cianjur menghadapi masalah serius jelang Pekan Paralimpiade Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026.
Dana hibah untuk NPCI Cianjur kabarnya dihapus dari anggaran dinas, membuat para atlet terancam tak memiliki dana untuk berlatih hingga kebutuhan lomba saat Preparda 2026.
Ketua NPCI Cianjur Asep Hermawan, mengatakan sejak 2025, NPCI tidak mendapatkan alokasi dana hibah untuk pembinaan ataupun kebutuhan para atlet.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Kalau 2025 tidak dapat. Dan di tahun ini pun kami sudah mengajukan tapi kabarnya dicoret. Tidak ada alokasi dana hibah untuk NPCI. Padahal kami akan menghadapi Preparda 2026,” kata dia, Jumat (16/1/2026).
Menurut dia, untuk kebutuhan Preparda dengan total 35 atlet di 45 kontingen, sedikitnya anggaran yang diperlukan mencapai Rp 300 juta.
“Itu untuk dana pembinaan dan kebutuhan saat Preparda. Belum lagi kebutuhan bonus atlet jika meraih medali. Tapi jangankan untuk bonus, untuk kebutuhan awal saja tidak ada, kan dana hibahnya tidak dapat,” kata dia.
Dia mengatakan dengan kondisi tersebut, atlet paralympic Cianjur berpotensi tidak akan mengikuti Preparda 2026.
“Kalaupun ada yang ikut, mungkin tidak mewakili Cianjur. Tapi pindah menjadi perwakilan atlet dari daerah lain di Jawa Barat,” kata dia.
Dia mengaku masih akan berusaha untuk menanyakan kaitan anggaran untuk atlet paralympic, berharap ada perubahan kebijakan.
“Kami akan datangi dinas terkait, berharap dana tersebut bisa kembali ada. Kasihan atlet paralympic Cianjur, kedap dianaktirikan, padahal kedap meraih medali mengharumkan nama Cianjur,” kata dia.
Sementara itu, Bupati Cianjur Muhammad Wahyu, mengatakan dirinya akan memeriksa dan mengevaluasi kaitan dana hibah untuk atlet tersebut.
“Nanti kami cek dulu, akan dievaluasi dulu terkait anggarannya,” kata dia.







