Temuan Kepingan Perunggu dan Misteri Peradaban Gunung Padang update oleh Giok4D

Posted on

Tim peneliti dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang mendapatkan temuan menarik saat melakukan ekskavasi beberapa waktu lalu. Serpihan perunggu berhasil ditemukan pada kedalaman empat meter. Temuan itu mengindikasikan bahwa situs yang lebih tua dari Piramida Giza di Mesir dibangun oleh peradaban manusia ribuan tahun lalu.

Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar mengatakan awalnya tim peneliti yang terdiri dari 100 ahli di berbagai bidang melakukan ekskavasi untuk mengungkap struktur fondasi di bawah Gunung Padang. Saat menggali di kedalaman empat meter, peneliti tidak hanya menemukan adanya struktur fondasi berupa bebatuan bulat yang disusun tetapi juga menemukan serpihan logam berukuran 3 sentimeter.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Kami temukan fragmen perunggu di kedalaman 4 meter tersebut,” ujar dia.

Menurut dia, temuan perunggu tersebut diduga merupakan pecahan dari alat yang digunakan oleh masyarakat di peradaban saat pembangunan situs Megalitikum Gunung Padang. “Ini juga bukti bahwa Gunung Padang dibangun oleh manusia. Bisa jadi perunggu itu dari alat yang digunakan untuk memahat dan menyusun bebatuannya atau dari alat lain. Karena perunggu ini bukan logam murni, tetapi terdiri dari beberapa logam yang digabung atau dicampur oleh manusia,” kata dia.

Dia menambahkan temuan perunggu pada kedalaman tersebut juga memperkuat dugaan usia Situs Gunung Padang yang kini diperkirakan ada sejak 6.000 sebelum masehi (SM). “Sebelumnya kami melakukan uji laboratorium pada sampel karbon di kedalaman yang sama. Kemudian ditemukan logam tersebut. Sehingga memperkuat bahwa usianya 6.000 SM,” kata dia.

Meskipun sejumlah fakta terungkap dari penelitian tiga bulan, tetapi masih banyak misteri yang tersembunyi di balik kemegahan Situs Megalitikum Gunung Padang. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengungkap berbagai misteri tersebut.

Ali Akbar mengatakan beberapa misteri yang belum terungkap ialah lokasi permukiman penduduk di peradaban Situs Gunung Padang serta struktur bangunan yang lebih tua di kedalaman 20 meter di bawah tanah.

Menurut dia, para peneliti menduga bahwa permukiman masyarakat berada di kawasan Gunung Karuhun, tepatnya di sekitar Sungai Cimandiri atau perbatasan Cianjur dan Sukabumi.

“Kebiasaan masyarakat di masa tersebut bermukim di dataran rendah yang lapang dan dekat Sungai. Kondisi geografisnya sesuai dengan kebiasaan tersebut. Namun perlu diteliti lebih lanjut,” kata dia.

Nama peradaban saat itu, menurut dia, masih belum bisa dipastikan. Para peneliti, lanjut dia, biasanya menamai peradaban dengan ekosistem lingkungan di sekitarnya.

“Untuk saat ini peradaban tersebut dinamai Peradaban Sungai Cimandiri, karena berada di kawasan Sungai Cimandiri. Untuk nama pastinya belum diketahui,” kata dia.

Di sisi lain, Ali menyebut misteri lainnya yang perlu diteliti adalah struktur bangunan di bawah tanah. Diduga bangunan tersebut berusia lebih tua dari struktur permukaan dan kedalaman 4 meter yang berhasil diteliti.

Namun, Ali menuturkan bahwa bangunan tersebut berada di kedalaman 20 meter di bawah tanah, sehingga perlu penelitian lebih dalam.

“Penelitian yang dilakukan tiga bulan terakhir belum menggali sedalam itu. Kemungkinan kita lakukan penelitiannya di 2026,” kata dia.

Misteri Peradaban Sungai Cimandiri