Tembok dari Bali yang Pernah Singgah di Persib Bandung

Posted on

Nama I Gusti Ngurah Bayu Sutha pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Persib Bandung pada era Liga Indonesia 2007. Pemain asal Bali ini dikenal sebagai sosok bek tengah yang sempat merasakan puncak kariernya bersama Maung Bandung.

Meski masa baktinya di Persib terbilang singkat, jejak Bayu Sutha tetap tercatat sebagai salah satu pemain bertahan yang tangguh. Di tengah masa pensiunnya, ia kini kembali ke kampung halaman, membersamai keluarga dan menjalani karier yang jauh dari dunia sepak bola.

Bayu Sutha merupakan pria kelahiran Gianyar, Bali, 48 tahun lalu. Ia berasal dari keluarga seniman, lingkungan yang sejatinya mengarahkan Bayu mengikuti jejak seni seperti saudara-saudaranya.

Namun, kecintaannya pada sepak bola sejak kecil, membuat Bayu lebih sering memilih lapangan hijau ketimbang dunia seni. Sejak usia sekolah dasar, ia sudah bergelut dengan sekolah sepak bola (SSB), melewati persaingan ketat untuk bisa berkembang.

Karier sepak bola Bayu Sutha dimulai secara profesional bersama Perseden Denpasar pada 1997 hingga 1999. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan ke Persegi Gianyar sebelum akhirnya memperluas pengalaman di klub-klub lain seperti Pelita Jaya Purwakarta dan Persema Malang.

Saat membela Persema, performa Bayu mulai mencuri perhatian Tim Nasional Indonesia. Ia akhirnya bergabung dengan timnas saat berada di bawah naungan pelatih Peter Withe.

Di Timnas Indonesia, Bayu Sutha kembali beroperasi sebagai bek tengah. Tugas utamanya adalah menghentikan serangan lawan dan menjaga keseimbangan lini belakang.

Performanya selama bermain bersama timnas tersebutlah yang konon membuat manajemen Persib Bandung kepincut untuk memboyongnya ke Kota Kembang.

Persib Bandung secara resmi mendatangkan Bayu Sutha pada awal 2007. Saat itu, manajemen Persib diwartakan tengah melakukan perombakan besar di sektor pertahanan.

Dilansir dari Antara, manajer Persib kala itu, Yossi Irianto, menyebut Bayu sebagai salah satu pemain bertahan muda yang disiapkan untuk menggantikan sejumlah nama senior seperti Charis Yulianto, Usep Munandar, dan Claudio Antonio. Persib membutuhkan tenaga baru demi meningkatkan kekuatan tim yang mengincar gelar juara.

Bayu Sutha kemudian bergabung bersama Persib di bawah arahan pelatih Arcan Iurie. Ia memilih nomor punggung 4 dan menandatangani prakontrak bersama Maung Bandung di Wisma Pusdikanas, Jalan Bali, Bandung, pada 2 Januari 2007.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkokoh barisan belakang Persib bersama pemain-pemain lainnya. Masa Bayu Sutha di Persib pun sering disebut sebagai puncak kariernya.

Pada periode tersebut, nilai kontraknya dikabarkan termasuk salah satu yang termahal di skuad Persib. Sejajar dengan nama-nama besar seperti Nova Arianto, Zaenal Arief, Salim Al Idrus, dan Tema Mursadat.

Meski demikian, perjalanan Bayu Sutha memperkuat Maung Bandung tak berlangsung lama. Ia sempat menolak kontrak jangka panjang yang ditawarkan oleh manajemen, dan mantap memilih untuk bermain satu musim saja.

Berbeda dengan banyak pemain bola lainnya, Bayu memilih gantung sepatu tanpa terlibat kembali di dunia persepakbolaan. Ia pensiun di sekitar usia 35 tahun, dan langsung banting setir menjajal profesi lain.

Dilansir dari podcast di kanal YouTube Hamka Hamzah (Capt Hamka), Bayu mengatakan keputusan alih profesi tersebut telah melewati pertimbangan matang. Pasalnya, ia menyebut, grafik performa pemain bola akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

“Mendekati usia 35 tahun saya pensiun, di atas usia itu mau cari prestasi apa lagi (di sepak bola). Kalau sudah masuk kepala tiga kan, grafik kita menurun. Udah mulai sakit-sakitan,” tutur Bayu seraya tertawa.

Selain itu, kerinduan terhadap keluarga juga menjadi faktor penting. Mengingat selama berkarier sebagai pesepakbola, ia lebih banyak menghabiskan waktu jauh dari rumah.

“Sudah lama juga saya meninggalkan keluarga. Rindu anak-anak. Selama berkarier kan saya enggak pernah bawa keluarga,” terangnya.

Bagi Bayu Sutha, sepak bola sejak awal adalah sarana menyalurkan hobi yang kebetulan bisa menghasilkan. Ia mengaku sudah mempersiapkan kehidupan setelah pensiun sejak masih aktif bermain.

Saat menempuh pendidikan tinggi, Bayu mengambil jurusan Sastra Inggris. Bekal inilah yang kemudian membawanya ke dunia baru setelah gantung sepatu.

Saat ini, Bayu Sutha menjalani kesibukan sebagai pemandu wisata atau tour guide untuk wisatawan asing. Kemampuan bahasa Inggris yang ia miliki menjadi modal utama dalam profesi tersebut.

Ia juga telah mengantongi lisensi penerjemah, membuka peluang untuk berkiprah di berbagai bidang lain.

Bayu pun mengatakan tidak menutup kemungkinan suatu hari kembali bersinggungan dengan sepak bola. Misalnya, sebagai penerjemah atau translator jika ada klub Liga 1 yang membutuhkan.

“Sejauh ini belum (terpikirkan kembali ke sepak bola), tapi tidak menutup kemungkinan. Apapun dalam hidup kan bisa berubah. Siapa tahu tim Liga 1 membutuhkan translator,” ungkapnya.

Dalam podcast yang diunggah di tahun 2024 tersebut, Bayu Sutha tampak tampil santai dengan mengenakan *jersey biru Persib Bandung. Sebagai mantan pemain, Bayu Sutha berharap Persib Bandung bisa kembali meraih kejayaan.

Ia mendoakan yang terbaik untuk klub yang pernah membesarkan namanya, dengan harapan Maung Bandung mampu menyabet gelar juara setelah 10 tahun.

“Kita mendoakan yang bagus karena (Persib) mantan tim. Namanya juga kita pernah dikasih hidup di sana, otomatis doa yang terbaik. Semoga Persib juara,” ucap Bayu, yang tak berselang lama menjadi kenyataan.

Kebersamaan Satu Musim

Bermain Bola sebagai Hobi

Mendoakan Persib

Berbeda dengan banyak pemain bola lainnya, Bayu memilih gantung sepatu tanpa terlibat kembali di dunia persepakbolaan. Ia pensiun di sekitar usia 35 tahun, dan langsung banting setir menjajal profesi lain.

Dilansir dari podcast di kanal YouTube Hamka Hamzah (Capt Hamka), Bayu mengatakan keputusan alih profesi tersebut telah melewati pertimbangan matang. Pasalnya, ia menyebut, grafik performa pemain bola akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

“Mendekati usia 35 tahun saya pensiun, di atas usia itu mau cari prestasi apa lagi (di sepak bola). Kalau sudah masuk kepala tiga kan, grafik kita menurun. Udah mulai sakit-sakitan,” tutur Bayu seraya tertawa.

Selain itu, kerinduan terhadap keluarga juga menjadi faktor penting. Mengingat selama berkarier sebagai pesepakbola, ia lebih banyak menghabiskan waktu jauh dari rumah.

“Sudah lama juga saya meninggalkan keluarga. Rindu anak-anak. Selama berkarier kan saya enggak pernah bawa keluarga,” terangnya.

Bagi Bayu Sutha, sepak bola sejak awal adalah sarana menyalurkan hobi yang kebetulan bisa menghasilkan. Ia mengaku sudah mempersiapkan kehidupan setelah pensiun sejak masih aktif bermain.

Saat menempuh pendidikan tinggi, Bayu mengambil jurusan Sastra Inggris. Bekal inilah yang kemudian membawanya ke dunia baru setelah gantung sepatu.

Saat ini, Bayu Sutha menjalani kesibukan sebagai pemandu wisata atau tour guide untuk wisatawan asing. Kemampuan bahasa Inggris yang ia miliki menjadi modal utama dalam profesi tersebut.

Ia juga telah mengantongi lisensi penerjemah, membuka peluang untuk berkiprah di berbagai bidang lain.

Bayu pun mengatakan tidak menutup kemungkinan suatu hari kembali bersinggungan dengan sepak bola. Misalnya, sebagai penerjemah atau translator jika ada klub Liga 1 yang membutuhkan.

“Sejauh ini belum (terpikirkan kembali ke sepak bola), tapi tidak menutup kemungkinan. Apapun dalam hidup kan bisa berubah. Siapa tahu tim Liga 1 membutuhkan translator,” ungkapnya.

Dalam podcast yang diunggah di tahun 2024 tersebut, Bayu Sutha tampak tampil santai dengan mengenakan *jersey biru Persib Bandung. Sebagai mantan pemain, Bayu Sutha berharap Persib Bandung bisa kembali meraih kejayaan.

Ia mendoakan yang terbaik untuk klub yang pernah membesarkan namanya, dengan harapan Maung Bandung mampu menyabet gelar juara setelah 10 tahun.

“Kita mendoakan yang bagus karena (Persib) mantan tim. Namanya juga kita pernah dikasih hidup di sana, otomatis doa yang terbaik. Semoga Persib juara,” ucap Bayu, yang tak berselang lama menjadi kenyataan.

Bermain Bola sebagai Hobi

Mendoakan Persib