Setiap tanggal dalam kalender sering kali memiliki makna tersendiri, baik secara nasional maupun internasional. Tak terkecuali tanggal 22 Januari, yang diperingati dengan berbagai momen menarik di sejumlah negara.
Berdasarkan kalender Masehi, 22 Januari 2026 jatuh pada hari Kamis. Sementara menurut penanggalan Hijriah, tanggal tersebut bertepatan dengan 2 Syakban 1447 H (mengikuti konversi kalender Hijriah Indonesia). Dalam penanggalan Jawa, hari tersebut juga memiliki pasaran tersendiri yang kerap dijadikan rujukan dalam tradisi masyarakat.
Lantas, peringatan apa saja yang jatuh pada tanggal 22 Januari? Berikut ulasan lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber internasional seperti National Today, National Day Calendar, serta Days of The Year.
Tanggal 22 Januari Memperingati Hari Apa?
Salah satu peringatan yang cukup populer pada 22 Januari adalah Hari Polka Dot Nasional. Peringatan ini bertujuan untuk merayakan motif polka dot yang telah lama menjadi bagian penting dalam dunia mode, desain, dan seni visual.
Motif berbentuk bulatan-bulatan ini identik dengan kesan ceria, klasik, dan penuh warna. Polka dot digunakan dalam berbagai produk, mulai dari pakaian, aksesori, hingga dekorasi rumah.
Hari Polka Dot Nasional juga kerap dikaitkan dengan karakter animasi ikonik Minnie Mouse, yang terkenal dengan gaun bermotif polka dot. Minnie pertama kali muncul pada tahun 1928 dalam film animasi Steamboat Willie dan hingga kini menjadi simbol budaya pop dunia.
Perayaan ini biasanya dilakukan dengan mengenakan pakaian bermotif polka dot, membuat karya seni bertema titik-titik, hingga mengadakan acara kreatif bernuansa warna-warni.
Di Amerika Serikat, tanggal 22 Januari diperingati sebagai Hari Kesucian Hidup Manusia Nasional (National Sanctity of Human Life Day).
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya menghormati kehidupan manusia sejak dalam kandungan hingga akhir hayat. Hari ini ditetapkan secara resmi pada tahun 1984 oleh Presiden Ronald Reagan.
Penetapannya berkaitan dengan keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat dalam kasus Roe v. Wade pada tahun 1973, yang membahas isu hak reproduksi perempuan.
Pada peringatan ini, berbagai organisasi dan komunitas menggelar doa bersama, diskusi moral, hingga kegiatan sosial untuk mendukung ibu hamil dan bayi yang baru lahir. Suasana peringatannya cenderung berlangsung khidmat dan penuh refleksi.
Selain itu, 22 Januari juga dikenal sebagai Hari Perayaan Kehidupan (Celebration of Life Day). Peringatan ini memiliki makna universal dan dirayakan secara luas di berbagai negara.
Hari Perayaan Kehidupan mengajak masyarakat untuk mensyukuri anugerah kehidupan, terutama keberadaan anak-anak dan cucu sebagai generasi penerus keluarga.
Momentum ini sering dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga. Banyak orang merayakannya dengan menghabiskan waktu bersama anak, bermain, membaca buku, membuat karya seni, atau sekadar berbincang hangat di rumah.
Makna utama dari peringatan ini adalah menanamkan rasa cinta kasih, empati, serta penghargaan terhadap kehidupan sejak dini.
Bagi pecinta kuliner, tanggal 22 Januari menjadi hari yang cukup unik karena diperingati sebagai Hari Saus Pedas Nasional.
Peringatan ini didedikasikan untuk menghormati saus pedas sebagai salah satu pelengkap makanan yang digemari di berbagai belahan dunia. Mulai dari sambal, hot sauce, hingga saus cabai fermentasi menjadi bagian penting dalam banyak budaya kuliner.
Perayaan ini berakar di Amerika Serikat, namun kini ikut dirayakan secara global. Banyak orang memanfaatkannya untuk mencicipi berbagai jenis saus pedas, dari yang ringan hingga ekstrem seperti Carolina Reaper.
Secara historis, cabai telah digunakan sejak ribuan tahun lalu di kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Kini, saus pedas telah berkembang menjadi industri besar dan menjadi identitas kuliner di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Tanggal 22 Januari juga dikaitkan dengan Tarian Hari Tujuh Kerudung (Dance of the Seven Veils). Peringatan ini berakar dari kisah dalam Alkitab mengenai tarian Salomé yang terkenal dalam sejarah seni dan sastra.
Tarian ini kemudian dikenal luas melalui karya drama Oscar Wilde berjudul Salomé serta opera karya Richard Strauss, yang membawa kisah tersebut ke panggung seni dunia.
Meski bukan hari peringatan resmi, tanggal ini kerap dijadikan momen refleksi terhadap perkembangan seni tari, budaya Timur Tengah, dan interpretasi sejarah dalam karya modern.
Di sejumlah negara, tarian ini diadaptasi sebagai bagian dari pertunjukan seni, meski masih memunculkan perdebatan terkait makna dan simbolismenya.
Di Polandia, 22 Januari diperingati sebagai Hari Kakek Nasional (Dzień Dziadka). Peringatan ini menjadi pasangan dari Hari Nenek yang dirayakan sehari sebelumnya.
Hari Kakek dikhususkan untuk menghormati peran para kakek dalam keluarga, terutama sebagai penjaga nilai, tradisi, dan kebijaksanaan lintas generasi.
Pada hari ini, anak dan cucu biasanya memberikan hadiah sederhana, kartu ucapan, atau menghabiskan waktu bersama sang kakek. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan dan kasih sayang terhadap orang tua lanjut usia.
Peringatan tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antar generasi di tengah kehidupan modern.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Dengan mengetahui peringatan yang jatuh pada tanggal 22 Januari, masyarakat dapat memilih untuk ikut merayakan, sekadar mengetahui, atau menjadikannya sebagai pengingat akan pentingnya menghargai kehidupan dan kebersamaan.
