DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat masa bakti 2026-2031. Penetapan tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) DPP PKB usai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Dalam kepengurusan baru itu, Syaiful Huda ditetapkan sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Barat. Sementara posisi Ketua Dewan Syura dijabat Acep Adang Ruhiat dengan Sidkon Djampi sebagai Sekretaris Dewan Syura. Adapun Sekretaris Dewan Tanfidz diisi Acep Jamaludin dan Bendahara dijabat Moch Nur Ainul Yaqin.
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menyampaikan, penetapan Syaiful Huda sebagai Ketua DPW PKB Jawa Barat merupakan bagian dari langkah strategis PKB dalam memperkuat konsolidasi organisasi di daerah, khususnya di provinsi dengan basis pemilih yang besar dan dinamis seperti Jawa Barat.
Gus Halim menegaskan bahwa penataan kepengurusan ini sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, agar PKB tidak hanya berorientasi pada kemenangan elektoral, tetapi juga memiliki kesiapan dalam mengelola pemerintahan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kalau hanya sekadar menang itu bukan pekerjaan berat. Tantangan terberat adalah setelah menang, apakah kita mampu mengelola pemerintahan dengan baik. Kalau tidak, kemenangan itu tidak ada gunanya,” ujar Gus Halim, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh hasil Muswil, termasuk struktur kepengurusan DPW PKB Jawa Barat yang kini dipimpin Syaiful Huda, program kerja, serta langkah-langkah lanjutan partai disampaikan secara terbuka kepada jajaran DPW dan DPC melalui pertemuan daring.
Selain pengukuhan, jajaran pengurus DPW PKB Jawa Barat juga akan mengikuti Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) serta orientasi politik pengurus masa bakti 2026-2031 yang digelar mulai Februari hingga awal April 2026.
Gus Halim menambahkan, pelantikan pengurus DPW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan disertai penandatanganan kontrak komitmen dan kontrak kinerja oleh para Ketua DPW, termasuk Ketua DPW PKB Jawa Barat.
“Ada dua kontrak yang ditandatangani, kontrak komitmen dan kontrak kinerja. Ditambah Akpolbang, ini menegaskan bahwa PKB serius menyiapkan kader untuk mengelola pemerintahan dan mengabdi kepada bangsa dan negara sesuai ideologi partai,” tuturnya.
Dengan kepemimpinan Syaiful Huda di DPW PKB Jawa Barat, DPP PKB optimistis soliditas organisasi partai di daerah akan semakin kuat dan mampu menjawab tantangan politik serta pemerintahan ke depan.
“Kami sangat yakin ketika publik mencermati dinamika internal PKB, mereka akan sampai pada kesimpulan bahwa PKB adalah partai dengan soliditas tinggi, yang benar-benar memperhitungkan kualitas, totalitas kinerja, dan komitmen jangka panjang,” pungkas Gus Halim.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Selain pengukuhan, jajaran pengurus DPW PKB Jawa Barat juga akan mengikuti Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) serta orientasi politik pengurus masa bakti 2026-2031 yang digelar mulai Februari hingga awal April 2026.
Gus Halim menambahkan, pelantikan pengurus DPW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan disertai penandatanganan kontrak komitmen dan kontrak kinerja oleh para Ketua DPW, termasuk Ketua DPW PKB Jawa Barat.
“Ada dua kontrak yang ditandatangani, kontrak komitmen dan kontrak kinerja. Ditambah Akpolbang, ini menegaskan bahwa PKB serius menyiapkan kader untuk mengelola pemerintahan dan mengabdi kepada bangsa dan negara sesuai ideologi partai,” tuturnya.
Dengan kepemimpinan Syaiful Huda di DPW PKB Jawa Barat, DPP PKB optimistis soliditas organisasi partai di daerah akan semakin kuat dan mampu menjawab tantangan politik serta pemerintahan ke depan.
“Kami sangat yakin ketika publik mencermati dinamika internal PKB, mereka akan sampai pada kesimpulan bahwa PKB adalah partai dengan soliditas tinggi, yang benar-benar memperhitungkan kualitas, totalitas kinerja, dan komitmen jangka panjang,” pungkas Gus Halim.
