Suporter Minta Sejarah Kelam PSGC Ciamis Jangan Terulang

Posted on

PSGC Ciamis menunjukkan performa menjanjikan di Grup B Liga Nusantara. Hingga akhir putaran kedua, Laskar Singacala mampu bertengger di puncak klasemen sementara. Meskipun demikian, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena persaingan di papan atas masih terbilang ketat.

Situasi itu turut menjadi perhatian Balad Galuh, kelompok suporter fanatik PSGC Ciamis. Ketua Balad Galuh Dian Ghozin menilai pencapaian tim kebanggaan Tatar Galuh patut diapresiasi, tetapi ia tetap mewanti-wanti agar tim waspada.

“PSGC memang sedang memimpin klasemen Grup B dengan 19 poin. Tetapi jarak poin dengan tim peringkat dua dan tiga masih sangat tipis. Kalau sampai kehilangan poin, posisi itu bisa langsung terkejar,” kata Ghozin.

Menurutnya, status sebagai pemuncak klasemen saat ini masih bersifat sementara. Kompetisi masih menyisakan satu putaran lagi yang sangat menentukan nasib tim, baik dalam perebutan juara grup maupun peluang promosi.

“Masih ada putaran ketiga. Jangan sampai terlena. Justru posisi puncak ini harus dijadikan motivasi agar tim semakin solid dan bisa mempertahankan keunggulan sampai akhir,” ujarnya.

Ghozin juga menyoroti peningkatan permainan PSGC di putaran kedua. Ia menilai perubahan tersebut berkat evaluasi tim pelatih yang lebih matang setelah mengidentifikasi kekurangan di putaran pertama.

“Di putaran kedua terlihat ada perkembangan. Mungkin hasil evaluasi pelatih mulai berjalan. Meski begitu, absennya striker andalan seperti Elang cukup berpengaruh terhadap daya gedor tim,” ungkapnya.

Selain itu, Balad Galuh berharap PSGC Ciamis bisa belajar dari pengalaman pahit di dua musim terakhir. Saat momen penentuan promosi, PSGC kerap gagal menjaga konsistensi dan akhirnya harus menerima kekalahan.

“Kami tentu berharap sejarah menyakitkan itu tidak terulang. Dua musim terakhir, setiap mendekati promosi kita selalu tumbang. Mudah-mudahan tahun ini PSGC beruntung dan bisa lolos ke Liga 2,” harap Ghozin.

Ghozin kembali menegaskan agar para pemain dan tim pelatih tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini. Jalan menuju promosi masih panjang dan membutuhkan fokus serta konsistensi di setiap pertandingan.

“Menjadi pemuncak klasemen sekarang bagus, tapi bukan tujuan akhir. Jadikan ini sebagai pemicu semangat untuk menjaga posisi sampai akhir putaran ketiga dan menuntaskannya dengan promosi ke Liga 2,” pungkasnya.