Banjir limpasan Sungai Cileuncat terjadi di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Kamis (8/1/2026). Peristiwa tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu sungai.
Ratno (34), warga setempat, khawatir sawahnya terendam air banjir sehingga tidak dapat ditanami padi.
“Semoga cepat surut. Ini sudah musim tanam. Kalau banjirnya lama, nanti tidak bisa ditanami padi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (8/1/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu, Agus, mengatakan hasil kaji cepat menunjukkan banjir hanya berdampak pada area persawahan.
“Lahan sawah yang terendam sekitar dua hektare. Tidak ada rumah warga maupun fasilitas umum yang terdampak,” ujarnya kepada infoJabar, Kamis (8/1/2026) sore.
Agus menambahkan, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun keluarga terdampak. “Jumlah jiwa dan keluarga terdampak nihil,” kata dia.
Banjir limpasan terjadi akibat curah hujan dengan intensitas sangat tinggi di wilayah hulu. Selain itu, kondisi sungai pembuang mengalami sedimentasi, pendangkalan, serta penyempitan, sehingga daya tampung air berkurang dan meluap ke area persawahan.
“Secara struktural, sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan. Ditambah kondisi tanggul yang rendah di beberapa titik, sehingga air melimpas dan menggenangi sawah,” jelas Agus.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Indramayu bersama Pemerintah Kecamatan Kroya, Polsek Kroya, pemerintah desa, serta masyarakat setempat melakukan monitoring dan kaji cepat di lokasi.
Langkah ini dilakukan untuk penanganan cepat agar banjir limpasan dapat dimitigasi dampaknya.
BPBD Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi, khususnya di wilayah hulu sungai.







