Pemandangan mendebarkan terlihat di perbatasan Desa Karangpapak dan Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/1/2026). Puluhan siswa sekolah dasar dan menengah pertama terpaksa ‘menantang maut’ demi menuntut ilmu dengan melintasi jembatan gantung yang kondisinya rusak berat dan miring drastis.
Jembatan yang membentang di atas sungai berbatu tersebut sudah tidak layak dilintasi. Salah satu sisi fondasi jembatan telah runtuh total, menyebabkan struktur utama kehilangan tumpuan. Akibatnya, lantai kayu jembatan miring curam ke sisi kanan. Meski sangat berbahaya, jembatan ini tetap menjadi nadi utama akses warga dan pelajar yang setiap hari harus meniti kabel baja dengan penuh risiko.
Dalam video viral yang beredar, terlihat sekelompok pelajar berseragam hijau-putih berjalan perlahan sambil berpegangan erat pada kabel baja yang sudah kendur. Langkah mereka diiringi teriakan cemas warga yang memantau dari pinggir sungai.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Awas, hati-hati! Jangan lari, pelan-pelan saja!” teriak seorang warga memperingatkan anak-anak tersebut. Suara gemuruh air sungai di bawah jembatan kian menambah mencekam suasana penyeberangan itu.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, mengonfirmasi kondisi kritis tersebut setelah meninjau lokasi bersama Ketua BPD Desa Cikelat, Agus. Berdasarkan asesmen di lapangan, kerusakan ini telah memutus akses vital antardesa.
“Hari ini kami melakukan asesmen terhadap jembatan rusak penghubung Desa Karangpapak dan Desa Cikelat,” ujar Andri.
Andri menegaskan perbaikan jembatan sangat mendesak karena fungsinya yang krusial bagi pendidikan dan ekonomi warga. “Jembatan ini dipakai anak-anak sekolah, baik SD maupun SMP. Selain itu, di Kampung Sukabakti terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang kini terisolasi. Jembatan ini juga menjadi akses utama para petani menuju lahan mereka,” jelasnya.
Secara fisik, fondasi batu kali jembatan hancur diduga akibat gerusan air dan ketidakstabilan tanah. Material penyangga tampak longsor ke bibir sungai, membuat posisi jembatan menggantung dalam kondisi membahayakan. Kini, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum jatuh korban jiwa.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, mengonfirmasi kondisi kritis tersebut setelah meninjau lokasi bersama Ketua BPD Desa Cikelat, Agus. Berdasarkan asesmen di lapangan, kerusakan ini telah memutus akses vital antardesa.
“Hari ini kami melakukan asesmen terhadap jembatan rusak penghubung Desa Karangpapak dan Desa Cikelat,” ujar Andri.
Andri menegaskan perbaikan jembatan sangat mendesak karena fungsinya yang krusial bagi pendidikan dan ekonomi warga. “Jembatan ini dipakai anak-anak sekolah, baik SD maupun SMP. Selain itu, di Kampung Sukabakti terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang kini terisolasi. Jembatan ini juga menjadi akses utama para petani menuju lahan mereka,” jelasnya.
Secara fisik, fondasi batu kali jembatan hancur diduga akibat gerusan air dan ketidakstabilan tanah. Material penyangga tampak longsor ke bibir sungai, membuat posisi jembatan menggantung dalam kondisi membahayakan. Kini, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum jatuh korban jiwa.
