Destinasi wisata Pantai Batuhiu di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, tetap menjadi primadona bagi wisatawan. Namun, keberadaan pedagang yang kian tak beraturan mulai dikeluhkan karena dinilai merusak estetika kawasan.
Lapak pedagang di Pantai Batuhiu kini mulai menjamur hingga ke atas bukit. Padahal, suasana asri dengan pepohonan hijau merupakan daya tarik utama yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Tak hanya merusak pemandangan, menjamurnya pedagang juga memicu peningkatan volume sampah yang mengancam kelestarian lanskap pesisir.
Demi mencegah kepadatan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan membatasi penjual musiman yang kerap muncul saat momen liburan. Pedagang kaki lima yang sudah menetap juga dilarang keras menambah jumlah lapak mereka.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkapkan pihaknya telah mendeteksi adanya sejumlah pedagang baru di sepanjang Pantai Batuhiu. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat kawasan semakin sesak sehingga memerlukan penertiban segera.
“Memang saat ini tidak terlalu padat seperti Pantai Pangandaran, namun menertibkan pedagang itu tidaklah mudah. Kalau (area pedagang) Pantai Batuhiu nanti makin panjang, akan repot menertibkannya,” kata Citra, Rabu (21/1/2026).
Citra menilai, jika jumlah pedagang terus menumpuk, pemerintah akan kesulitan menentukan solusi relokasi yang tepat. “Sekarang ada pedagang baru, itu yang akan kita inventarisasi,” ucapnya.
Ia menegaskan pedagang lama di Pantai Batuhiu tidak akan dibongkar atau dipindahkan. Syaratnya, mereka wajib mematuhi aturan untuk tidak memperluas tempat dagangannya.
“Kalau nanti ada rencana pengembangan Batuhiu, pasti ada relokasi. Namun, kalau jumlahnya terlalu banyak bisa repot, nanti menentukan tempatnya bagaimana,” tuturnya.
Citra menjelaskan, setidaknya terdapat tiga titik utama zona perdagangan di Pantai Batuhiu, yakni area dekat pantai, lokasi batu karang, dan kawasan timur.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Bangi, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 22 pedagang yang beroperasi di Batuhiu. “Kami masih melakukan inventarisasi lagi, sementara jumlahnya sekitar segitu,” ujarnya.
Bangi menambahkan, sesuai koordinasi lintas sektor dan arahan Bupati, saat ini dipastikan tidak ada pembongkaran lapak. “Fokus utama adalah pendataan dan pengendalian agar jumlahnya tidak terus bertambah,” tutupnya.








