Sering Menjauh atau Takut Ditinggal? Ini Bedanya Avoidant dan Anxious [Giok4D Resmi]

Posted on

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap bertemu dengan individu yang terlihat menjaga jarak secara emosional, sementara yang lain cenderung merasa cemas dan takut kehilangan orang yang dekat dengan mereka. Perbedaan dalam cara bereaksi bukan hanya tentang karakter, tetapi juga berhubungan dengan pola kepribadian yang terbentuk.

Tipe kepribadian avoidant dan anxious adalah dua tipe yang sering dijumpai dan sering kali mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan dan menjalin relasi dengan orang lain. Kemudian, di antara kedua tipe ini, mana yang lebih rentan terhadap masalah mental?

Istilah Avoidant dan Anxious berasal dari teori attachment dalam psikologi, yang menjelaskan pola hubungan emosional yang mulai terbentuk sejak usia dini dan mempengaruhi cara seseorang berinteraksi saat dewasa.

Avoidant mengacu pada orang yang cenderung menjaga jarak secara emosional, mereka tampak mandiri, tenang atau bahkan tidak membutuhkan kedekatan, namun di dalam hati mereka ada rasa takut akan luka atau kehilangan kendali.

Sementara itu, Anxious menggambarkan orang yang mencari kedekatan yang intens dan kepastian, mereka biasanya peka terhadap sinyal penolakan, sehingga reaksi kecil bisa memicu kecemasan.

Yuk, kita bahas lebih dalam ciri-ciri orang avoidant, agar infoers bisa lebih memahami mereka:

Bagi mereka, mengekspresikan perasaan bisa terasa beresiko, mereka khawatir bahwa jika mereka terlalu terbuka, orang lain akan memanfaatkannya atau bahkan menyakiti. Mereka cenderung menyimpan perasaan dan memilih untuk tidak membagikannya, meski di dalam hati mereka sebenarnya berharap untuk dimengerti.

Ketika menghadapi suatu masalah, mereka cenderung lebih memilih untuk menjauh daripada berusaha menyelesaikannya secara bersama-sama, bukan disebabkan oleh kurangnya perhatian, melainkan karena mereka merasa tidak nyaman dan khawatir tidak bisa menghadapi beban emosional

Di balik sikap cuek, dingin atau bahkan tidak peduli, sebenarnya mereka memiliki rasa sayang dan kepedulian. Hanya saja, mereka kurang mampu menunjukkan perasaan secara langsung dan ramah. Kepedulian mereka terlihat melalui tindakan-tindakan kecil yang kadang-kadang tidak disadari.

Dalam beberapa kasus, mereka bisa tiba-tiba menjauh tanpa alasan yang jelas, mereka kerap mengulur waktu dalam mengambil keputusan penting, menghindari diskusi yang mendalam atau menolak hubungan yang memerlukan kedekatan emosional yang tinggi

Mereka memilih hubungan yang memberikan kebebasan, tanpa paksaan untuk selalu ada atau membagikan semua hal pribadi, mereka ingin tetap saling terhubung tetapi dengan batasan yang dianggap nyaman oleh mereka.

Orang dengan tipe Anxious biasanya punya cara komunikasi yang jauh lebih intens.

Mereka senang berbicara tentang perasaan secara langsung, bahkan membahas hal-hal kecil sekalipun. Ini adalah cara bagi mereka untuk merasa lebih nyaman dan terhubung

Dengan kecemasan berlebihan cenderung mudah merasa sendirian dan membutuhkan kepastian dari lingkungan sekitar agar merasa aman

Komunikasi yang membuat mereka nyaman adalah komunikasi yang disampaikan secara jelas dan jujur membuatnya merasa nyaman

Beberapa gejala yang dapat muncul bagi kepribadian avoidant, yaitu:

Merasa canggung, tegang atau cemas saat harus berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang baru dikenal

Sementara, anxious yang memiliki kecemasan berlebihan menyebabkan dampak buruk pada kesehatan, yaitu:

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu:

Berikut beberapa cara yang dapat membantu:

Perbedaan antara kepribadian avoidant dan anxious bukanlah suatu kekurangan, melainkan pola yang bisa dipahami dan diatur. Ketika memahami cara kita bereaksi terhadap kedekatan dan tekanan emosional, kita memiliki peluang yang lebih baik untuk menciptakan hubungan yang sehat dan menjaga kesehatan mental dengan lebih bijak.

Apa itu Avoidant dan Anxious?

Ciri-ciri Kepribadian Avoidant

Ciri-ciri Kepribadian Anxious

Dampaknya pada Kesehatan Mental

Cara Mengelola Kepribadian Avoidant

Cara Mengelola Kepribadian Anxious