Sensasi Makan di Dalam Pesawat, Destinasi Kuliner Unik di Indramayu

Posted on

Sensasi menyantap hidangan di dalam kabin pesawat kini hadir di Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Shinara Resto & Cafe menawarkan pengalaman kuliner unik dengan suasana menyerupai bandara.

Di sini, dua unit pesawat tampak terparkir gagah. Selain area kabin, pengelola juga menyediakan ruang makan indoor dan outdoor dengan desain interior khas bandara. Hal tersebut diungkapkan Asisten Manajer Shinara Resto & Cafe, Yudi saat ditemui infoJabar di lokasi, Kamis (8/1/2024).

“Pesawat pertama kami gunakan untuk menyajikan menu paket bento seperti ayam dan beef teriyaki. Sementara pesawat kedua lebih eksklusif dengan fasilitas sofa dan menu ala kafe,” jelas Yudi.

Masing-masing pesawat berkapasitas maksimal 40 orang dan bisa dipesan untuk acara seperti ulang tahun. Namun, area kabin tidak direkomendasikan untuk layanan prasmanan karena keterbatasan ruang.

“Area indoor dan outdoor bisa menampung hingga 150 orang. Area ini lebih fleksibel untuk berbagai keperluan, mulai dari rapat, karaoke, hingga layanan prasmanan,” ungkapnya.

Harganya pun relatif terjangkau. “Harga makanan mulai Rp20.000 sampai Rp55.000, menu termahal biasanya ikan. Tidak harus makan berat, sekadar ngopi di dalam pesawat pun bisa,” tambah Yudi.

Chef Shinara Resto & Cafe, Roni merekomendasikan iga goreng dan sop iga sebagai menu unggulan. “Paling banyak peminatnya memang iga, makanya kami jadikan menu andalan,” katanya. Selain makanan, resto ini juga menyediakan aneka kopi yang diracik langsung oleh barista.

Setiap hari, Shinara Resto & Cafe beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, dengan pesanan terakhir (last order) pada pukul 21.00 WIB. Perpaduan konsep unik dan harga kompetitif menjadikan tempat ini salah satu destinasi kuliner pilihan di Indramayu untuk keluarga maupun acara komunitas.

Salah seorang pengunjung, Ani (41) mengaku penasaran ingin merasakan sensasi makan di dalam pesawat. Ia datang bersama rekannya, Rahmawati (42).

“Ada teman yang pernah ke sini, katanya iganya enak. Saya juga ingin mencoba pengalaman makan di dalam pesawat,” tutur Ani. Menurutnya, bumbu iga goreng di tempat ini meresap sempurna dan harganya tergolong murah untuk kualitas rasa yang berkelas.

Berbeda dengan Ani, Rahmawati menjatuhkan pilihan pada sop iga untuk menu makan siangnya. “Sebenarnya penasaran dengan iga goreng, tapi saya lagi ingin yang berkuah. Ternyata tidak menyesal memesan sop iga, rasanya sesuai ekspektasi,” ujar Rahmawati.

Usai bersantap, keduanya tak melewatkan momen untuk berswafoto di area kabin, mengabadikan pengalaman unik tersebut untuk dibagikan ke media sosial.