Derap langkah warga beriringan menuju sumber kumandan azan. Dengan berpakaian muslim, mereka bersemangat mengawali hari-hari dengan beribadah di masjid.
Udara dingin tidak menyurutkan semangat warga datang ke Masjid Jami Nurul Huda, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Doa dan harapan dibacakan dalam hati untuk sebuah keinginan.
Lantunan surat Ar-Rahman dan Al-Waqi’ah bergema di area masjid sebelum kegiatan Gebrag (Gerakan Berbagi) subuh yang dilakukan CT Arsa Foundation. Kemudian acara semakin meriah kala ustaz Maulana mengisi tausiah dengan gayanya yang jenaka.
Ratusan paket sembako disiapkan untuk warga dan dibagikan secara langsung oleh Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung. Warga nampak sumringah kala paket sembako dibagikan dan dua orang duafa nantinya akan mendapatkan hadiah umrah gratis.
Mentari pagi telah muncul ke permukaan, seluruh warga langsung menikmati sarapan bersama-sama. Nampak kebersamaan dan tawa menyatu melawan dinginnya angin yang merasuk ke tubuh.
“Kebetulan kita CT Arsa Foundation sedang mengadakan Gebrag Sedekah Subuh. Jadi habis Subuh kita tadi baca surat Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, ya kita lanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Maulana untuk bersama-sama masyarakat sini dan sekarang kami mengadakan gerakan berbagi secara sukarela,” ujar Sekretaris CT Arsa Foundation, Latif Harnoko, kepada infoJabar, Sabtu (30/8/2025).
Gerakan Berbagi Subuh pertama kali dilakukan CT Arsa Foundation. Sebanyak 500 paket sembako dibagikan secara langsung kepada warga sekitar.
“Kebetulan saat ini kita melakukan subuh yang pertama kali kita lakukan gerakan subuh ini baru pertama kali bisa kita lakukan. Mudah-mudahan ini kita bisa lakukan bersama dengan komunitas CT Arsa juga di daerah sini di Desa,” katanya.
Setelah itu CT Arsa Foundation memberikan ruang baca literasi bagi masyarakat, pembagian Al-Qur’an, dan pembagian paket sembako. Hal tersebut merupakan inisiasi dari Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung.
“Mudah-mudahan ini sebagai semangat juga bagi kita untuk berbagi selalu dengan masyarakat,” ucapnya.
Lokasi pertanian dipilih secara langsung oleh komunitas CT Arsa Bandung. Komunitas tersebut aktif dalam gerakan sosial dan memutuskan untuk melakukan agenda di tengah-tengah perkebunan teh Kertasari.
“Jadi akhirnya mereka menawarkan daerah terpilih menurut mereka yang paling saat ini yang pertama kali yang kita lakukan untuk gebrag sedekah subuh ini adalah di Kertasari,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut Anita Ratnasari Tanjung secara tiba-tiba memberikan hadiah umrah kepada duafa. Hal tersebut langsung disambut antusias dan kegembiraan dari warga yang hadir.
“Ibu Anita selalu melihat spontanitas di hati kecil yang paling dalam langsung mengungkapkan rasa keharuannya karena lihat di sini semangat keislamannya sangat kuat, yang ada Ibu ini saya lihat orangnya saleh dan salehah, adik-adiknya lebih aktif ya, adik-adiknya hadir banyak sekali, akhirnya spontanitas Ibu Anita untuk memberikan umrah gratis untuk masyarakat sebanyak dua orang,” ungkapnya.
Harnoko berharap komunitas CT Arsa di seluruh daerah bisa terus aktif membuat kegiatan sosial. Dengan itu kegiatan Gebrag akan menjadu kegiatan yang rutin dilakukan.
“Doakan saja mudah-mudahan bisa berlanjut untuk jangka panjang. Sehingga kita gerakan berbagi ini kepada masyarakat sejalan dengan spirit daripada pemerintah dan juga untuk selalu berbagi dengan masyarakat,” bebernya.
Sementara itu, warga sekitar, Eulis Maesaroh (57) mengungkapkan telah hadir di masjid sejak pukul 03.30 WIB. Dirinya bersama emak-emak yang lainnya melakukan salat tahajud secara bersama-sama.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Saya datang ke masjid dari jam 03.30 WIB. Tadi langsung menyaksikan ceramah dari ustaz maulana. Ceramahnya kurang lama,” kata Eulis.
Eulis mengaku senang bisa mendapatkan sembako dan makan gratis dari CT Arsa. Pasalnya kegiatan tersebut baru pertama kali dilakukan di kampung halamannya.
“Sangat bagus sekali dan menginspirasi kepada masyarakat di sini. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut ke depannya. Ini dapet makanan alhamdulillah buat sarapan. Harus berlanjut, jarang ada kegiatan kaya gini. Apalagi di daerah perkebunan belum ada, baru sekarang ini,” pungkasnya.