Sekotak Nasi dan Harapan Banjir Subang Surut dari Jembatan Pantura

Posted on

Banjir yang melanda Kabupaten Subang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi tersebut memaksa ratusan warga meninggalkan rumah dan menempati sejumlah lokasi yang dianggap aman untuk mengungsi. Masjid, fasilitas pemerintah, hingga kolong jembatan layang di Jalur Pantura Subang menjadi pilihan warga untuk bertahan sementara.

Pantauan infoJabar di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, ratusan pengungsi memadati Masjid Besar Desa Mulyasari. Di lokasi ini, warga telah menggelar alas tidur dan menumpuk pakaian di pelataran masjid. Sebagian area dalam masjid juga ditempati pengungsi, meski tidak diperbolehkan penuh karena tetap difungsikan untuk kegiatan ibadah salat.

Selain masjid, kolong jembatan layang Pamanukan juga menjadi tempat pengungsian darurat. Warga terlihat menggelar tikar sebagai alas beristirahat. Tikar-tikar berjajar rapat, dengan pakaian menumpuk di sekitarnya. Sebagian besar pengungsi hanya duduk dan tiduran, tanpa banyak aktivitas, sembari menunggu kondisi membaik.

Para korban banjir mengaku hanya bisa pasrah menunggu air surut. Hingga kini, ketinggian air di permukiman warga masih mencapai sekitar 1,5 meter. Situasi diperparah dengan hujan yang masih turun, baik di wilayah hulu maupun hilir, sehingga menyebabkan sejumlah sungai terus meluap.

Salah seorang pengungsi di bawah jembatan layang Pamanukan, Kusni, mengatakan dirinya memilih lokasi tersebut karena dianggap lebih aman, luas, dan dekat dengan rumahnya.

“Baru hari ini ke sini (ngungsi) air di rumah (ketinggian banjir) udah sepinggang,” ujar Kusni di bawah jembatan layang, Senin (26/01/2026).

Kusni menjelaskan, air banjir mulai memasuki rumahnya sejak Senin dini hari, setelah wilayah tempat tinggalnya diguyur hujan. Namun, ia baru memutuskan mengungsi pada pagi harinya ketika ketinggian air terus meningkat.

Sementara itu, sekitar pukul 12.00 WIB, bantuan makanan mulai disalurkan kepada para korban banjir. Petugas kepolisian dari Polres Subang dan Polsek Pamanukan membagikan sebanyak 2.097 nasi kotak lengkap dengan lauk pauk ke sejumlah titik pengungsian, termasuk di bawah jembatan layang Pamanukan.

“Atas instruksi Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, kami membagikan nasi kotak siap saji sebanyak 2.097 buah. Kami berkolaborasi dengan SPPG Pamanukan 1,” ujar Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono melalui Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin.

Udin mengatakan bantuan ini diberikan sebagai bentuk meringankan beban warga terdampak banjir. Penyaluran bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan kondisi di lapangan.

“Mudah-mudahan bisa membantu dan akan terus kami salurkan,” pungkasnya.