Segini Beras Cadangan Pemkab KBB Hadapi Musim Hujan baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) menyiapkan beras sebagai cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) menghadapi bencana di musim hujan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Lukmanul Hakim mengatakan di tahun ini pihaknya menyiapkan cadangan beras sebanyak 93,657 ton. Semuanya disiapkan sebagai langkah taktis pemerintah daerah menghadapi kerawanan pangan saat bencana di musim hujan.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

“Kita siapkan cadangan beras ini untuk intervensi dampak bencana, jangan sampai terjadi kerawanan pangan karena masyarakat rentan pangan pascabencana,” kata Lukmanul saat dikonfirmasi, Minggu (30/11/2025).

Dari jumlah tersebut, pihaknya baru saja menyalurkan beras premium yang bersumber dari CPPD untuk warga di Kecamatan Rongga. Beras CPPD yang disalurkan mencapai 9 ton lebih untuk 1.001 penerima yang semuanya korban bencana alam.

Warga di Kecamatan Rongga sendiri terdampak bencana alam pergerakan tanah yang terjadi beberapa pekan lalu. Warga yang mendapatkan bantuan tersebut tersebar di lima desa di Kecamatan Rongga, yakni Desa Sukamanah, Cinengah, Bojong, Sukaresmi dan Desa Cibitung.

“Bantuan ini merupakan upaya pemerintah daerah mengantisipasi kerawanan pangan setelah bencana alam. Ada 9 ton yang kita salurkan, setiap jiwa mendapatkan 9 kilogram beras premium,” kata Lukmanul.

Pemda KBB sendiri sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di musim hujan ini. Kewaspadaan bencana meliputi ancaman banjir, tanah longsor, hingga puting beliung.

“Jadi Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) kan sudah menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 15 September kemarin sampai April 2026. Maka kita menetapkan status yang sama di Bandung Barat ini,” kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Di Bandung Barat sendiri, setidaknya ada 11 kecamatan yang dinyatakan rawan bencana di musim hujan. Meliputi Kecamatan Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Kecamatan Ngamprah.

“Saya juga agak khawatir kalau musim hujan seperti ini dengan cuaca cenderung ekstrem, daerah rawan bencana seperti di Lembang, Gununghalu, Cipongkor, dan daerah lain di wilayah selatan ini memang perlu perhatian khusus,” kata Jeje.