Langit sore di wilayah Bandung Timur terpantau mendung. Meski demikian, arus lalu lintas di Jalan Gedebage Selatan cukup ramai. Keramaian itu disebabkan banyaknya bus dan mobil pribadi dengan pelat nomor luar kota menuju kawasan Masjid Al Jabbar.
Tak hanya di Jalan Gedebage Selatan, Jalan SOR GBLA juga ramai dikunjungi warga. Banyak warga beraktivitas di jalan itu, ada yang sekadar bersantai di trotoar jalan dan ada juga yang mencicipi kuliner yang dijajakan di kawasan tersebut.
Selain itu, pengunjung yang ingin menikmati suasana kawasan GBLA hingga Masjid Al Jabbar dapat naik odong-odong atau mobil modifikasi di kawasan tersebut. Anda bisa naik di dekat pintu menuju Stasiun Cimekar atau di dalam kawasan Masjid Al Jabbar.
Ongkos naik odong-odong di kawasan ini beragam. Rp10.000,00 per orang untuk rute dari pintu Stasiun KA Cimekar menuju Masjid Al Jabbar dan sebaliknya. Atau Rp30.000,00 hingga Rp35.000,00 per orang bagi yang ingin berkeliling dari GBLA ke Masjid Al Jabbar. Tarif tersebut bergantung pada kesepakatan antara penumpang dan pemilik odong-odong.
Salah satu pengunjung, Sally (32) asal Plered Purwakarta mengatakan, selain mengunjungi Masjid Al Jabbar, salat, dan menikmati suasana masjid milik Pemprov Jabar ini, ia dan keluarga juga turut naik odong-odong.
“Tadi naik dari parkiran bus ke masjid, sebetulnya jalan kaki juga bisa, tapi kan anak-anak maunya naik odong-odong, ya sudah naik saja, namanya juga lagi wisata,” kata Sally ditemui di lokasi parkir bus, Jumat (2/1/2026).
Sally menyebut, anak-anaknya senang saat naik odong-odong. “Senang sekali, apalagi yang masih umur 3 tahun, tidak mau diam, terus pas lihat ada kereta api lewat, malah loncat-loncat,” ujarnya.
Tak hanya Sally, Nurdin (56) wisatawan asal Sumedang juga turut naik odong-odong yang ada di kawasan Masjid Al Jabbar. Ia mengajak cucu dan anaknya naik kendaraan wisata itu.
“Tadi sama cucu naik odong-odong juga. Namanya anak pasti senang dong,” ujarnya.
Nurdin menyebut, meski odong-odong merupakan kendaraan modifikasi, ia tidak terlalu khawatir naik kendaraan itu karena di Jalan SOR GBLA tidak banyak kendaraan umum.
“Meski ramai, di sini kan tidak banyak kendaraan umum seperti truk dan lainnya. Lebih aman karena rutenya di sini saja, tidak jauh,” ucapnya.
“Selain itu, tidak ada tanjakan atau turunan di jalan ini, jadi relatif aman,” pungkasnya.
Sally menyebut, anak-anaknya senang saat naik odong-odong. “Senang sekali, apalagi yang masih umur 3 tahun, tidak mau diam, terus pas lihat ada kereta api lewat, malah loncat-loncat,” ujarnya.
Tak hanya Sally, Nurdin (56) wisatawan asal Sumedang juga turut naik odong-odong yang ada di kawasan Masjid Al Jabbar. Ia mengajak cucu dan anaknya naik kendaraan wisata itu.
“Tadi sama cucu naik odong-odong juga. Namanya anak pasti senang dong,” ujarnya.
Nurdin menyebut, meski odong-odong merupakan kendaraan modifikasi, ia tidak terlalu khawatir naik kendaraan itu karena di Jalan SOR GBLA tidak banyak kendaraan umum.
“Meski ramai, di sini kan tidak banyak kendaraan umum seperti truk dan lainnya. Lebih aman karena rutenya di sini saja, tidak jauh,” ucapnya.
“Selain itu, tidak ada tanjakan atau turunan di jalan ini, jadi relatif aman,” pungkasnya.
