Ribuan Koi Senilai Rp 4 Miliar Ditebar di Situ Cipanten

Posted on

Aksi tak biasa dilakukan bos koi nasional Hartono Soekwanto. Ia menebar 2.165 ekor ikan koi asal Jepang di objek wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka. Nilainya fantastis, ditaksir mencapai sekitar Rp 4 miliar.

Ribuan koi tersebut bukan ikan biasa. Dari total 2.165 ekor, sekitar 2.000 ekor bernilai Rp 1 juta per ekor. Sementara 165 ekor lainnya merupakan koi kelas atas dengan harga mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 350 juta per ekor.

“Betul, koi-koi ini dihadirkan dari Jepang. Tidak ada yang breeding di Indonesia,” kata Hartono saat diwawancarai infoJabar, Minggu (11/1/2026).

Hartono menjelaskan, ia sengaja memilih Situ Cipanten karena kualitas air di sana dinilai sangat mendukung. Menurutnya, koi-koi tersebut justru akan hidup lebih baik.

“Saya yakin akan hidup bahagia di sini, karena tidak ada bakteri-bakteri, airnya bersih, dan tidak ada demotivasi oleh yang kurang baik,” ujarnya.

Ia menilai, Situ Cipanten merupakan wisata paling berpotensi di Majalengka. Dengan banyaknya koi, masyarakat terutama anak-anak bisa datang, bermain, sekaligus memberi makan ikan.

“Kalau semakin banyak koi-koinya, anak-anak bisa datang ke sini lebih senang, main-main dengan koi dan memberi makan. Yang hebatnya sebetulnya kita memberi makan,” ucapnya.

Di balik aksi tersebut, Hartono juga mengaku mendapat panggilan hati yang bersifat spiritual untuk datang Situ Cipanten.

Saat ditanya soal nilai koi yang ditebar, Hartono menegaskan angka bukan hal utama. “Kalau nilainya itu nggak sesuai dengan panggilan hati. Panggilan hati lebih besar daripada nilainya,” katanya.

Meski pernah menebar koi di sejumlah daerah lain, Hartono menegaskan, Majalengka memiliki tempat khusus di hatinya. “Banyak lah (mebar ikan di daerah lain), cuma panggilan saya ada di sini. Panggilan hati saya ada di sini, jadi saya seratus persen all out untuk Majalengka,” ucapnya.

Dengan demikian, Ia meminta warga sekitar ikut menjaga koi-koi tersebut. Menurutnya, merawat ikan juga bagian dari menghormati nilai budaya dan spiritual.

“Supaya dengan memelihara koi-koi yang ada di sini, Sang Prabu juga akan happy,” ujarnya.

Hartono mengaku, sebagian koi yang ditebar merupakan koleksi pribadinya, termasuk koi show quality yang dulu bernilai ratusan juta rupiah saat masih aktif dilombakan.

“Sekarang kan sudah jadi indukan, jadi (harganya) sekitar Rp 15-20 juta,” pungkasnya.

Bupati Majalengka Eman Suherman menyambut positif penebaran ribuan koi tersebut. Ia menyebutnya sebagai anugerah besar bagi masyarakat.

“Ini seperti durian runtuh. Situ Cipanten mendapat berkah luar biasa. Atas nama masyarakat Majalengka, saya mengucapkan terima kasih atas hibah koi yang akan mempercantik dan memperkuat Situ Cipanten sebagai destinasi wisata kebanggaan,” kata Eman.

Menurut Eman, keberadaan koi bernilai tinggi diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Ia juga membuka peluang pengembangan destinasi wisata serupa di wilayah lain di Majalengka.

“Kami melihat potensi untuk menghadirkan ‘Cipanten kedua’ di daerah lain yang memiliki sumber mata air alami,” ujarnya.

Sementara itu, artis ibu kota Irfan Hakim yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menekankan, pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan agar keberadaan koi dapat berkelanjutan.

“Koi ini dikembalikan ke alam, ke sumber mata air yang murni. Kalau tidak dijaga, keindahan ini tidak akan bertahan lama,” ujar Irfan.

Irfan berharap Situ Cipanten tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga sumber kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat lokal. “Di Jawa Barat, khususnya Majalengka, banyak sumber mata air yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita menjaganya bersama,” pungkasnya.