Kejutan diberikan Persib Bandung kepada bobotoh selepas laga kontra PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Minggu 27 Januari 2026.
Kejutan itu berupa eks PSG, Layvin Kurzawa dan pemain muda naturalisasi, Dion Markx. Keduanya diperkenalkan sebagai pemain anyar Persib musim ini.
Kedatangan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung bukan sekadar menambah kedalaman lini belakang. Transfer Kurzawa langsung mengangkat status Maung Bandung sebagai klub dengan nilai skuad tertinggi di Super League 2025/26.
Berdasarkan data Transfermarkt, masuknya Kurzawa membuat total nilai pasar skuad Persib kian melesat yakni di angka Rp136,62 miliar atau naik 1,2 persen dari nilai skuad per 1 Januari yakni Rp134,01 miliar.
Sebelumnya nilai skuad Persib sempat turun setelah melepas Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa ke Persik Kediri dengan status pinjaman di bursa transfer paruh musim ini.
Kurzawa sendiri langsung menempati posisi elite di daftar pemain termahal Persib. Bek kiri asal Prancis itu memiliki nilai pasar Rp13,04 miliar, menjadikannya pemain termahal kedua di skuad Persib. Ia hanya kalah dari gelandang andalan Thom Haye yang saat ini bernilai Rp17,38 miliar.
Kehadiran Kurzawa melengkapi deretan pemain bernilai tinggi di tubuh Maung Bandung. Nama-nama dengan pengalaman internasional dan latar belakang kompetisi Eropa kini menjadi bagian dari proyek besar Persib musim ini.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Kurzawa didatangkan Persib dengan durasi kontrak setengah musim hingga kompetisi berakhir. Namun begitu, eks pemain Paris Saint-Germain itu bisa saja diperpanjang kontraknya jika klub menilai peforma Kurzawa sesuai dengan ekspektasi.
Sementara itu, Persib memperkenalkan Dion Markx sebagai rekrutan baru di bursa transfer paruh musim 2025/2026.
Nama Dion Markx mungkin belum setenar pemain asing atau naturalisasi senior lain. Namun di balik itu, Persib melihat potensi besar pada sosok bek kelahiran Nijmegen, Belanda, 29 Juni 2005 tersebut.
Dengan tinggi badan 1,88 meter, Dion hadir sebagai profil bek tengah modern yang kuat dalam duel udara, disiplin secara posisi, dan cukup nyaman mengalirkan bola dari lini belakang.
Rekam jejak Dion Markx dibentuk lewat jalur pembinaan yang mapan. Ia mengawali perjalanan sepak bolanya di klub lokal SV Spero, sebelum bergabung dengan akademi Vitesse Arnhem pada 2014. Selama tujuh tahun, Dion ditempa di lingkungan akademi yang dikenal ketat dalam pengembangan bek bertipe ball playing defender.
Pada 2021, Dion melanjutkan proses pematangannya bersama NEC Nijmegen, klub yang juga berasal dari kota kelahirannya. Di sana, ia semakin matang secara taktik dan fisik, hingga akhirnya menapaki level profesional bersama TOP Oss di kompetisi Eerste Divisie, kasta kedua Liga Belanda.
Pengalaman bermain di sepak bola Eropa itulah yang menjadi salah satu nilai jual utama Dion Markx saat Persib memutuskan merekrutnya. Ia diikat kontrak jangka panjang dengan durasi 2,5 tahun.
Tak hanya membawa pengalaman klub, Dion Markx juga memiliki catatan internasional. Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 2025, ia memperkuat Timnas Indonesia di kelompok usia dan tampil di sejumlah pertandingan, termasuk pada ajang Kualifikasi Piala Asia U-23.
Bagi Persib Bandung, perekrutan Dion Markx bukan langkah instan untuk kebutuhan sesaat. Ia diproyeksikan sebagai aset jangka panjang, seiring upaya klub membangun fondasi dengan kombinasi pemain muda potensial dan sosok berpengalaman.
“Sekarang, Persib dan Bobotoh menantikan kontribusi terbaiknya. Kami sedang berjuang mempertahankan gelar juara Super League dan melangkah sejauh mungkin di AFC Champions League Two. Wilujeng sumping, Dion Markx,” ujar Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan.


Sementara itu, Persib memperkenalkan Dion Markx sebagai rekrutan baru di bursa transfer paruh musim 2025/2026.
Nama Dion Markx mungkin belum setenar pemain asing atau naturalisasi senior lain. Namun di balik itu, Persib melihat potensi besar pada sosok bek kelahiran Nijmegen, Belanda, 29 Juni 2005 tersebut.
Dengan tinggi badan 1,88 meter, Dion hadir sebagai profil bek tengah modern yang kuat dalam duel udara, disiplin secara posisi, dan cukup nyaman mengalirkan bola dari lini belakang.
Rekam jejak Dion Markx dibentuk lewat jalur pembinaan yang mapan. Ia mengawali perjalanan sepak bolanya di klub lokal SV Spero, sebelum bergabung dengan akademi Vitesse Arnhem pada 2014. Selama tujuh tahun, Dion ditempa di lingkungan akademi yang dikenal ketat dalam pengembangan bek bertipe ball playing defender.
Pada 2021, Dion melanjutkan proses pematangannya bersama NEC Nijmegen, klub yang juga berasal dari kota kelahirannya. Di sana, ia semakin matang secara taktik dan fisik, hingga akhirnya menapaki level profesional bersama TOP Oss di kompetisi Eerste Divisie, kasta kedua Liga Belanda.
Pengalaman bermain di sepak bola Eropa itulah yang menjadi salah satu nilai jual utama Dion Markx saat Persib memutuskan merekrutnya. Ia diikat kontrak jangka panjang dengan durasi 2,5 tahun.
Tak hanya membawa pengalaman klub, Dion Markx juga memiliki catatan internasional. Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 2025, ia memperkuat Timnas Indonesia di kelompok usia dan tampil di sejumlah pertandingan, termasuk pada ajang Kualifikasi Piala Asia U-23.
Bagi Persib Bandung, perekrutan Dion Markx bukan langkah instan untuk kebutuhan sesaat. Ia diproyeksikan sebagai aset jangka panjang, seiring upaya klub membangun fondasi dengan kombinasi pemain muda potensial dan sosok berpengalaman.
“Sekarang, Persib dan Bobotoh menantikan kontribusi terbaiknya. Kami sedang berjuang mempertahankan gelar juara Super League dan melangkah sejauh mungkin di AFC Champions League Two. Wilujeng sumping, Dion Markx,” ujar Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan.








